Pemanasan Global Nyata , Puluhan Triliun Ton Es Kutub Mencair Sejak 1994

- 26 Agustus 2020, 06:00 WIB
ILUSTRASI. Akibat Arktik telah memanas dua kali lipat pada tingkat global selama 30 tahun terakhir, lapisan es terakhir di Kutub Utara Kanada runtuh.*
ILUSTRASI. Akibat Arktik telah memanas dua kali lipat pada tingkat global selama 30 tahun terakhir, lapisan es terakhir di Kutub Utara Kanada runtuh.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Total 28 triliun ton es di kutub telah mencair dari permukaan bumi sejak 1994. Pernyataan tersebut adalah kesimpulan para ilmuwan Inggris setelah menganalisa data survei satelit dari kedua kutub bumi, gunung-gunung es, dan gletser untuk mengukur berapa banyak es yang telah mencair karena pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca.

Para ilmuwan tersebut – yang kebanyakan berasal dari universitas Leeds dan juga Edinburgh, serta University College London – mengatakan bahwa jumlah es kutub yang telah mencair temuan mereka itu “mengejutkan”.

Mereka juga menambahkan bahwa terdapat tanda-tanda akan meningkatnya tinggi permukaan air laut di akhir abad ini. Peningkatannya dapat menyentuh angka satu meter. Penyebab kenaikan tersebut adalah mencairnya gletser serta lapisan-lapisan es.

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Diam-diam Ikuti Seleksi Sekda Kota

“Setiap satu sentimeter naiknya tinggi permukaan laut, sekitar sejuta orang yang tinggal di daerah berdataran rendah harus pindah dari rumah mereka,” ujar Profesor Andy Shepherd, direktur Leeds University’s Centre for Polar Observation and Modelling, seperti dilansir The Guardian, Senin 24 Agustus 2020.

Para ilmuwan tersebut juga memperingatkan bahwa mencairnya es kutub dengan jumlah sebanyak ini mempengaruhi kemampuan bumi untuk memantul balik radiasi sinar matahari ke luar angkasa. Mencairnya es kutub ini juga memunculkan air laut dan tanah yang dulunya tertutup. Hasilnya, air laut dan tanah yang sekarang terbuka menyerap panas yang ada, meningkatkan panasnya planet bumi.

Ditambah lagi, air dingin yang berasal dari mencairnya gletser dan lapisan es juga mengganggu ekosistem hewan-hewan laut kutub selatan dan utara. Mencairnya gletser-gletser di pegunungan kutub juga mengancam hilangnya sumber air yang diperlukan oleh penduduk lokal.

Baca Juga: Mahasiswa Ditembak Menggunakan Air Soft Gun di Wilayah Sekitaran Kampus Unpad

“Dulu para ilmuwan telah meneliti beberapa area – seperti Antartika atau Greenland – untuk mencari dimana es kutub yang mencair. Tetapi, ini pertama kalinya dilakukan penelitian yang mencakup seluruh es kutub yang mencair di seluruh planet ini. Temuan ini mengejutkan kami,” ucap Shepherd.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X