Cerita Korban Ledakan Lebanon yang Terpisah dari Anaknya: Saya Tak Henti-henti Meneriakkan Namanya

- 13 Agustus 2020, 10:16 WIB
ILUSTRASI situasi Beirut, Lebanon pascaledakan dahsyat pada Selasa 4 Agustus 2020 silam.* /AFP/Ibrahim AMRO

PIKIRAN RAKYAT - Ledakan yang meluluhlantakkan Beirut, Lebanon pada Selasa 4 Agustus 2020 silam memang membuat warganya benar-benar menderita.

Ratusan orang tewas, puluhan lainnya terluka, dan lebih dari 300 ribu warga Beirut mendadak jadi tunawisma dalam satu waktu.

Bukan hanya itu, keluarga pun banyak yang terpisah karena kondisi kota begitu kacau. Warga berhamburan mencari pertolongan, tenaga medis kelimpungan menanganinya.

Baca Juga: Tetap Jualan Pernak-pernik 17 Agustus di Masa Pandemi, Pedagang Sukabumi: Bendera Masih Berjaya

Situasi tersebut membuat banyak orang harus mengalami trauma mendalam seperti yang dialami Amira Hammoud (4).

loading...

Amira terpisah dari kedua orang tuanya saat kejadian dan dititipkan pada sang kakek.

Setelah tujuh hari lamanya terpisah, ia akhirnya bisa kembali bertemu, meski baru ibunya yang bisa kembali.

Baca Juga: UMKM Akan Jadi Lead Project dari RUU Cipta Kerja Jika Disahkan

Ibunya sendiri, Hiba benar-benar merasakan tekanan mental yang begitu parah ketika Beirut remuk redam oleh ledakan tersebut.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: The Guardian


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X