Meradang Gara-gara Ucapan Boris Johnson, Duta Besar Tiongkok: Ikut Campur Sama dengan Bunuh Diri

- 11 Agustus 2020, 17:00 WIB
DUTA Besar Tiongkok untuk Inggris Liu Xiaoming dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.* /Kolase AFP/Pippa Fowles dan Niklas Halle'n

PIKIRAN RAKYAT - Tiongkok menahan para aktivis Hong Kong yang menggaungkan peringatan Tragedi HAM Tiananmen 1989 pada Kamis 6 Agustus 2020 lalu.

Langkah tersebut mendapatkan respon negatif dari sejumlah pimpinan tinggi negara, termasuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Pernyataannya membuat Duta Besar Tiongkok untuk Inggris Liu Xiaoming meradang dan menyebut London telah 'mencampuri urusan dalam negeri'.

Baca Juga: Ferry Irawan Beberkan Kronologi Istrinya Terserang Stroke di Rumah Raffi Ahmad

Boris sendiri sebenarnya hanya meminta Tiongkok untuk menghormati hak-hak para aktivis dalam memperjuangkan kepentingan mereka.

"Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa UU Keamanan Nasional sudah barang tentu digunakan untuk membungkam oposisi," tegasnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Express.

"Otoritas Hong Kong harus menjunjung tinggi hak dan kebebasan warganya," sambung Boris.

Baca Juga: Indonesia Masuki Uji Klinis Vaksin Tahap 3, Erick Thohir: Tak Banyak yang Sudah Sampai Tahap Ini

Ungkapan ini tak sembarang ia lontarkan. Menurut Boris, hak dan kebebasan warga Hong Kong telah tercantum jelas dalam perjanjian penyerahannya pada 1984.

Halaman:

Editor: Mahbub Ridhoo Maulaa

Sumber: Express


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X