Alami Krisis Paling Parah karena Blokade Israel, Warga Palestina Sebut Kebahagiaan Idul Adha Hilang

- 31 Juli 2020, 15:05 WIB
WARGA Palestina membeli hewan kurban di pasar ternak jelang Idul Adha (pesta pengorbanan) di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, pada 29 Juli 2020.* //AFP

Baca Juga: Indonesia Bagian Selatan akan Memasuki Puncak Kemarau Setelah Dipengaruhi Angin Monsun Australia

Adapula pernyataan dari warga lain, Abed Rabbo Odwan (45) dan lima temannya yang pernah membeli anak sapi untuk kurban tahun lalu dengan pembayaran bertahap.

Namun kali ini, saat keuangan menjadi 'tidak sehat' ia menambahkan pilihannya hanya tidak berkurban.

Odwan yang diketahui memiliki pekerjaan sebagai kepala sekolah selama bertahun-bertahun menerima 40 persen dari total gaji miliknya.

Baca Juga: Presiden Brasil Masih Angkuh Hadapi Covid-19, Kini Giliran Istri dan Menterinya Kena Corona

Ia pun menjadi kepala keluarga beranggota sembilan orang dengan empat anaknya yang kini telah belajar di universitas.

loading...

Menurut pengakuannya, Odwan nyaris tak dapat menghidupi keluarganya sehingga tak mampu membeli hewan kurban.

Terdapat pernyataan dari pemilik peternakan terbesar di Gaza, Abdel Aziz Afanah, mengatakan kepada Arab News bahwa bisnis musiman Idul Adha miliknya mengalami situasi paling buruk.

Baca Juga: Setelah Dihantam Pandemi Cukup Lama, Pasar Mobil Bekas Indonesia Diperkirakan Pulih Tiga Bulan Lagi

"Situasi telah memburuk terus menerus sejak pengenaan blokade (Israel) dan musim saat ini telah memburuk dengan pandemi dan krisis gaji. Mayoritas orang telah terpengaruh secara finansial," ujarnya.

Halaman:

Editor: Farida Al-Qodariah

Sumber: Express, Arab News


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X