Ilmuwan Inggris Sebut Partikel Aerosol Covid-19 Bisa Bertahan di Udara dalam Waktu Berjam-jam

- 14 Juli 2020, 06:30 WIB
ILUSTRASI virus corona.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Pekan lalu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson sudah mengimbau warganya untuk kembali bekerja, meski kasus virus corona baru (Covid-19) masih mengalami peningkatan.

Menanggapi hal tersebut, seorang ahli virus dari Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE), Profesor Wendy Barclay memberikan saran agar tidak melakukan aktivitas normal secara terburu-buru.

Menurutnya, virus corona masih akan berada di udara selama berjam-jam lamanya sebelum menghilang.

Baca Juga: Granada vs Real Madrid: Semua Laga Sisa Zinedine Zidane seperti Final El Real vs Barcelona

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Express, beberapa minggu yang lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa Covid-19 dapat ditularkan melalui partikel-partikelnya yang masih bertahan di udara.

loading...

Ilmuwan di WHO mengatakan, partikel kecil yang disebut aerosol dapat bertahan di udara hingga tiga jam.

Baca Juga: Ketika Para Guru 'Dipaksa' Jadi Youtuber

Wendy menyebut, aerosol tersebut tidak hanya bertahan selama berjam-jam di udara, tetapi juga dapat melakukan perjalanan dengan jarak yang cukup jauh.

"Apa yang kita ketahui adalah virus dapat dikeluarkan ke udara dengan bentuk yang kecil atau yang kita sebut aerosol. Dan aerosol ini dapat tetap bertahan di udara dan dapat melakukan perjalanan dengan jarak yang jauh," ujar Wendy.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Express


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X