Hubungan AS-Tiongkok Memanas, Warga Amerika Diperingatkan Waspada Penahanan Sewenang-wenang

- 12 Juli 2020, 15:16 WIB
Para polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan pemrotes undang-undang keamanan nasional, di Hong Kong, 1 Juli 2020. /REUTERS/Tyrone Siu

PIKIRAN RAKYAT –  Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Sabtu, 11 Juli 2020, memperingatkan warga AS agar "semakin waspada" di Tiongkok.

Lantaran ada peningkatan risiko soal penegakan hukum sewenang-wenang, termasuk penahanan dan larangan keluar dari negara tersebut.

Peringatan keamanan tersebut muncul saat hubungan bilateral antara AS dan Tiongkok semakin panas terkait berbagai isu.

Baca Juga: Amitabh Bachchan Positif Covid-19, Spekulasi Soal Asal Sang Aktor Tertular Virus Terkuak

Mulai dari pandemi COVID-19, perdagangan, undang-undang keamanan Hong Kong, hingga tuduhan pelanggaran HAM terhadap Muslim Uighur di kawasan Xinjiang.

"Warga AS bisa saja ditahan tanpa mendapat layanan konsuler AS atau informasi mengenai dugaan kejahatan mereka," kata Departemen Luar Negeri melalui peringatan keamanan, yang dikeluarkan bagi warga negaranya di Tiongkok.

Dalam peringatan yang Pikiran-rakyat.com kutip dari Reuters, disebutkan pula bahwa warga AS mungkin menghadapi "interogasi yang berlarut-larut dan penahanan yang lama" terkait keamanan negara.

loading...

Baca Juga: Hadir dalam Bentuk Serial, The Batman yang Dibintangi Robert Pattinson Bakal Tayang Oktober 2021

"Personel keamanan mungkin menahan dan/atau mendeportasi warga AS karena mengirim pesan elektronik pribadi yang kritis mengenai pemerintah Tiongkok," lanjut Deplu, tanpa menyebutkan contoh spesifik. Departemen juga tidak menyebutkan apa yang menjadi pemicu hingga peringatan tersebut dikeluarkan.

Sebagai sorotan pada konflik panas di antara keduanya, Washington dan Beijing baru saja saling mengeluarkan kebijakan larangan visa bagi para pejabat.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar di luar jam kerja pada Sabtu.

Beijing pada Rabu, 8 Juli 2020, menyebut peringatan serupa, yang dikeluarkan oleh Australia soal risiko penahanan sewenang-wenang di Tiongkok, "benar-benar konyol dan disinformasi."***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X