2.000 Relawan Diuji Vaksin Covid-19, Jika Berhasil Tahun Depan Diproduksi Komersial

- 11 Juli 2020, 14:26 WIB
ILUSTRASI vaksin.* /Shutterstock via Antara

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 2.000 relawan, dengan ragam usia berbeda rentang 18-65 tahun diujikan ChAdOx1 nCoV-19, salah satu calon vaksin virus corona.

ChAdOx1 nCoV-19 merupakan vaksin eksperimental melibatkan peneliti di Brasil dan Inggris.

Di Afrika, uji klinis dilakukan pada 2.000 relawan yang akan diawasi selama 12 bulan setelah vaksinasi untuk menilai efektivitas.

Baca Juga: Melalui BKPSDM, Pemkot Palopo Buka Pendaftaran Lelang Jabatan untuk 10 Posisi Kepala Dinas

Hasil awal dapat dilihat pada November atau Desember 2020, sehingga targetnya, jika berhasil Afrika dapat memproduksi vaksin Covid-19 komersial.

 "Vaksin dapat dikomersialkan secepatnya awal tahun depan," kata Shabir Madhi, profesor vaksinologi di Universitas Witwatersrand yang mengepalai uji coba di Afrika Selatan, sebagaimana Pikiran-rakyat.com kutip dari Reuters.

loading...

Vaksin itu juga sedang diuji di Brazil oleh ilmuwan Universitas Oxford, yang bekerja sama dengan produsen obat Inggris AstraZeneca dalam pengembangan sekaligus produksi.

Baca Juga: Jelang Tottenham Hotspurs vs Arsenal, Jose Mourinho Minta Anak Asuhnya Temukan Performa Terbaik

"Namun itu semua bergantung pada hasil uji klinis," kata Madhi, menambahkan bahwa dari 19 calon vaksin yang sedang dilakukan uji klinis, hasil paling positif adalah jika bahkan dua dari 19 vaksin itu berhasil.

"Waktu untuk mengetahui keefektifan bergantung pada kapan kami memiliki sekitar 42 kasus COVID-19 setidaknya satu bulan setelah vaksinasi," lanjutnya.

Kasus COVID-19 di Afrika mencapai setengah juta pada Rabu, dengan hampir 12.000 kematian.

Baca Juga: Gunung Merapi Waspada, Ganjar Pranowo: Kita Meminta Ada Latihan Ngungsi Dibuatkan Jarak

Madhi mengatakan pemerintah harus melakukan pemesanan di muka untuk calon vaksin.

Pabrik-pabrik Afrika belum memproduksi satu vaksin pun dalam 25 tahun terakhir, kata Madhi.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X