Lockdown Dilonggarkan Demi Ekonomi, India Catat 22.000 Kasus Baru Covid-19 dalam 24 Jam

- 4 Juli 2020, 20:02 WIB
Seorang polisi menggunakan helm virus corona untuk mengedukasi penduduk India selama penguncian /Arun Sankar / AFP

PIKIRAN RAKYAT – Duka menyelimuti India, di tengah pandemi, dan kecamuk konflik negara dengan Tiongkok.

Sabtu, 4 Juli 2020, tercatat 22.000 kasus Covid-19 harian baru. Ini adalah angka yang tertinggi sepanjang wabah virus corona bergulir.

Ironisnya ini terjadi, ketika karantina wilayah atau lockdown yang sangat ketat berlaku sejak Maret, dilonggarkan bertahap dalam beberapa pekan terakhir untuk memulihkan perekonomian.

Baca Juga: Kecelakaan Mobil di Warungkiara Sukabumi, Saksi Mata: Mungkin Sopirnya Mengantuk

Epidemiolog mengatakan puncak wabah di India baru akan datang dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan lagi, seperti dilansir Reuters.

Media berbasis di Inggris itu melaporkan, pengumuman 22.000 kasus infeksi baru dan 442 kematian, dengan lonjakan terjadi di wilayah barat dan selatan, berlangsung di tengah kondisi hujan muson.

Jumlah kasus infeksi seluruh India kini melebihi 640.000 kasus, keempat tertinggi di dunia. Negara bagian Maharashtra, dengan ibu kota Mumbai yang padat, menjadi penyumbang terbanyak, dengan 6.364 kasus baru dan 198 kematian akibat COVID-19 dalam sehari.

Baca Juga: CFD Kota Bekasi Mulai Minggu 5 Juli 2020, Berikut Sejumlah Larangan yang Berlaku

Beriringan dengan lonjakan kasus, otoritas Mumbai mengimbau warga untuk menjauhi pesisir selagi hujan lebat diprediksi akan terjadi hingga 48 jam ke depan.

Muson biasanya mengakibatkan banjir di banyak titik kota itu, dan mungkin akan mengacaukan upaya menahan sebaran virus corona dengan membuat kasus infeksi COVID-19 semakin meningkat, demikian pakar berpendapat.***

loading...

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X