Polisi AS Ejek Warga Kulit Hitam yang Tewas Dicekik, Pejabat Kepolisian Merasa Jijik

- 4 Juli 2020, 16:14 WIB
Pengunjuk rasa berkumpul di lokasi George Floyd, pria kulit hitam tak bersenjata, dilumpuhkan oleh seorang polisi kulit putih yang berlutut di lehernya, sebelum kemudian meninggal di rumah sakit di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Selasa, 26 Mei 2020. /REUTERS/Eric Miller

PIKIRAN RAKYAT – Tingkah rasisme oleh polisi Amerika Serikat kepada warga kulit hitam bertambah lagi.

Setelah pembunuhan George Floyd di Minneapolis, disusul pembunuhan Rayshard Brooks di Atlanta, kini berlangsung juga di Colorado.

Kasus rasial di Colorado ini memang bukanlah pembunuhan yang dilakukan polisi, namun sejumlah polisi membuat foto ejekan terhadap warga kulit hitam yang dicekik hingga tewas.

Baca Juga: Juventus vs Torino: Buffon Bakal Pecahkan Rekor, Sarri Buka Kesempatan

Buntut tingkah tersebut, yakni dipecatnya tiga orang anggota kepolisian, dan satu polisi langsung mengundurkan diri tak lama setelah foto ejekan itu beredar.

loading...

Pejabat sementara kepala kepolisian Aurora di pinggiran Kota Denver, Vanessa Wilson, menyebut aksi yang mencemooh kematian Elijah McClain (23), sebagai "perbuatan tercela".

"Saya merasa amat sangat jijik (atas hal itu)," kata Wilson dalam konferensi pers soal pemecatan para petugas tersebut.

Baca Juga: Alami Pengalaman Paling Menakutkan, Pria ini Ceritakan Momen Dibonceng Mantan Pebalap MotoGP

Ketiga petugas itu bernama Jason Rosenblatt, Erica Marrero, dan Kyle Dittrich. Sedangkan petugas yang mengundurkan diri pada awal pekan ini adalah Jaron Jones.

Salah satu foto yang mereka buat menunjukkan Dittrich dan Jones mereka ulang pencekikan leher, sementara Marrero berdiri di dekat mereka sembari tersenyum lebar.

Foto-foto cemoohan, yang kemudian dirilis oleh pihak otoritas, diambil di dekat lokasi kejadian perkara.

Baca Juga: Sepakat untuk Akhiri Hubungan Asmara, Cita Citata Beberkan Alasannya Memilih Putus

Sementara Rosenblatt, yang terlibat dalam pencekikan sesungguhnya terhadap McClain, dipecat setelah merespons "HaHa" (tiruan tertawa) setelah mendapat kiriman foto tersebut.

Pengacara keluarga McClain, Mari Newman, mengatakan polisi tidak hanya membunuh seorang yang tak bersalah, namun juga merasa mempunyai kuasa untuk mengolok-olok kejadian itu dengan menirukannya.

Peristiwa pada McClain, seperti dilaporkan Reuters, terjadi pada Agustus 2019. Dia sedang berjalan di wilayah Aurora ketika didatangi tiga polisi atas laporan bahwa gerak-geriknya mencurigakan, meskipun McClain tidak melakukan tindak kriminal apa pun.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X