Sebuah Studi Temukan Sindrom Langka MIS-C yang Ancam Anak dan Remaja di AS

- 1 Juli 2020, 11:20 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat dan virus corona* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Riset di The New England Journal of Medicine yang dipublikasi pada Senin, 29 Juni 2020 ungkap sejumlah laporan sindrom di kalangan pasien Covid-19 di Prancis, Spanyol, dan Inggris. 

Riset AS tersebut menyebutkan, ada hampir 300 kasus sindrom langka yang mengancam jiwa pada anak dan remaja terkait virus corona. 

Sindrom tersebut berdampak pada dua dari 100.000 anak muda yang berada di rentang usia dibawah 21 tahun, dari 322 pada 100.000 pasien Covid-19

Baca Juga: Sempat Berjuang Pertahankan Rumah Tangga, Laudya Cynthia Bella: Kami Hanya Sampai di Sini

Profesor Pediatri dan Kesehatan Anak Internasional di Imperial College London, Michael Levin mengatakan, keadaan konsisten yang muncul akibat sindrom terjadi dua sampai empat pekan setelah infeksi virus corona. 

Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) mempunyai gejala yang sama dengan syok toksik dan penyakit Kawasaki seperti demam, ruam, pembengkakan kelenjar, dan pada kasus parah mengalami peradangan jantung.

Sementara itu sejumlah riset mengidentifikasi sekitar 300 kasus di Amerika Serikat, Levin mencatat bahwa terdapat lebih dari 1.000 kasus yang dilaporkan di seluruh dunia dan proporsi yang relatif tinggi terjadi di kalangan orang kulit hitam, orang Hispanik atau Asia Selatan.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Peluang Industri Pelayaran, Ini Strateginya

"Terdapat kekhawatiran bahwa anak-anak yang memenuhi kriteria diagnostik MIS-C saat ini merupakan 'puncak gunung es' dan masalah yang lebih besar mungkin bersembunyi di bawah permukaan," tulis Levin.

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X