Di Tengah Wabah Corona, Puluhan Ribu Orang Memilih Bersesakan di Jalanan Sudan Menuntut Reformasi

- 1 Juli 2020, 07:32 WIB
Para pengunjuk rasa berkumpul meskipun ada penguncian virus corona untuk menuntut pemerintahan sipil yang lebih besar dalam transisi menuju demokrasi di Sudan.* /Reuters/Mohamed Nureldin Abdallah

PIKIRAN RAKYAT - Ketika pemerintah Sudan tengah berusaha menekan penyebaran wabah virus corona, puluhan ribu warganya memilih untuk turun aksi ke jalan-jalan di Sudan.

Puluhan ribu warga Sudan itu bersesakan di jalan menuntut reformasi di negaranya setelah jatuhnya kekuasaan Omar al-Bashir tahun lalu.

Omar al-Bashir telah menjadi diktator dan menjabat sebagai Presiden Sudan dalam waktu 30 tahun sejak 1989 hingga 2019 kemarin.

Baca Juga: Hasil Premier League: Bantai Brighton, Manchester United Pepet Chelsea di Klasemen Sementara

Dengan mengibarkan bendera Sudan, demonstran pada Selasa berkumpul di Khartoum dan kota Khartoum Utara serta kota Omdurman setelah pemerintah menutup jalan dan jembatan yang mengarah ke pusat ibukota.

loading...

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang berbaris di jalan menuju bandara di ibukota, Khartoum.

Protes serupa juga terjadi di Kassala di Sudan timur dan di wilayah yang bergejolak yaitu Darfur. Mereka meneriakkan "kebebasan, perdamaian dan keadilan", slogan gerakan anti-al-Bashir. Beberapa pengunjuk rasa juga memblokir jalan-jalan dengan membakar ban.

Baca Juga: Game Online dengan 90 Juta Pengguna Diretas untuk Dukung Donald Trump, Ribuan Akun Kena Imbasnya

Protes oleh puluhan ribu orang ini diinisiasi oleh Asosiasi Profesional Sudan yang disebut Komite Perlawanan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X