Pengakuan Wanita Uighur, Disteril Paksa, Didenda, hingga Diancam Tiongkok karena Punya 3 Anak

- 30 Juni 2020, 09:35 WIB
WANITA Uighur bersama anaknya di sekitar wilayah Tiongkok.* //AFP

PIKIRAN RAKYAT - Semakin berjalannya waktu, populasi manusia di dunia semakin bertambah khususnya di beberapa negara maju seperti Tiongkok.

Dalam menangani jumlah populasi yang terlalu banyak, Pemerintah Tiongkok menggunakan berbagai upaya agar angka kelahiran di kalangan penduduknya dapat diminimalisir.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman AP News, Pemerintah Tiongkok melakukan upaya penekanan angka kelahiran di kalangan minoritas, salah satunya terhadap etnis Uighur yang berada di daerah Xinjiang.

Baca Juga: Kunjungan Tempat Wisata di Purwakarta Masih Dibatasi hingga 70 Persen

Menurut klaim dari penyelidikan AP News, Pemerintah Tiongkok melakukan kampanye aborsi dan stelirisasi kehamilan kepada ratusan ribu wanita Uighur selama empat tahun terakhir untuk menekan populasi di negaranya.

Klaim tersebut didasari oleh statistik pemerintah, dokumen negara dan wawancara dengan 30 mantan tahanan, anggota keluarga para tahanan hingga instruktur perkemahan suku Uighur.

Kampanye penekanan selama empat tahun terakhir tersebut dilakukan di daerah barat Xinjiang, Tiongkok yang menurut beberapa ahli disebut sebagai 'genosida demografis'.

Baca Juga: Selama Maret-Juni 2020, Polresta Cirebon Berhasil Bongkar 23 Kasus Narkoba dan Tangkap 28 Tersangka

Selain melakukan aborsi, Pemerintah Tiongkok juga menuntut para wanita Uighur agar melaksanakan pemeriksaan kehamilan hingga memaksa menggunakan alat kontrasepsi.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: AP News, Aljazeera, Global Times


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X