Kasus Kematian Diego Maradona, 8 Perawat Diduga Lakukan Pembunuhan Sederhana

- 23 Juni 2022, 18:50 WIB
Delapan orang termasuk dokter, perawat, dan psikolog yang merawat Diego Maradona dituduh melakukan pembunuhan sederhana.
Delapan orang termasuk dokter, perawat, dan psikolog yang merawat Diego Maradona dituduh melakukan pembunuhan sederhana. /Reuters/Ciro De Luca

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak delapan orang yang merawat superstar sepak bola Argentina Diego Maradona akan diadili karena tuduhan pembunuhan.

Keputusan tersebut dirilis pada Rabu, 22 Juni 2022 kemarin menyusul penyelidikan kematian Diego Maradona akibat serangan jantung pada tahun 2020 silam.

Dalam dokumen setebal 236 halaman itu, hakim yang bertanggung jawab atas kasus tersebut mempertanyakan perilaku aktif atau karena kelalaian dari masing-masing terdakwa yang menyebabkan Diego Maradona berada dalam keadaan yang berbahaya.

Baca Juga: Bupati Mengaku Kaget di Majalengka Ada Khilafatul Muslimin

Hasil putusan itu mengatakan delapan orang termasuk dokter, perawat, dan psikolog yang merawat Diego Maradona dituduh melakukan pembunuhan sederhana, tuduhan serius yang berarti mencabut nyawa seseorang karena ada niat.

Sebuah dewan medis yang ditunjuk untuk menyelidiki kematian Diego Maradona menyimpulkan pada tahun 2021 lalu bahwa tim medisnya bertindak dengan cara yang tidak pantas, tidak tepat, dan sembrono.

Diego Maradona dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbesar dalam sejarah, meskipun ia juga sempat berjuang melawan narkoba dan penyalahgunaan alkohol selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Hasil SBMPTN ITB: 1.716 Orang Lolos, Berikut Jadwal Pendaftaran Ulangnya

Mario Baudry, seorang pengacara untuk salah satu putra Diego Maradona, mengatakan bahwa Diego Maradona dalam situasi tidak berdaya pada saat kematiannya. Diego Maradona meninggal dunia pada 25 November 2020 dalam usia 60 tahun.

Halaman:

Editor: Asytari Fauziah

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network