Ormas Islam Singapura soal Penolakan Abdul Somad: UAS Sudah Dipantau sejak Lama

- 25 Mei 2022, 21:09 WIB
Ustaz Abdul Somad (UAS).
Ustaz Abdul Somad (UAS). /Antara/Rahmad

PIKIRAN RAKYAT - Kelompok pemuka agama Muslim Singapura ikut angkat suara perihal penolakan kunjungan Ustaz Abdul Somad (UAS) karena diduga telah mengajarkan paham ekstremis dan radikalisme.

Kelompok pemuka agama yang tergabung dalam kelompok rehabilitasi keagamaan (RRG) Singapura, mendorong penolakan para pengkhotbah yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan universal.

"Kelompok Rehabilitasi Keagamaan menanggapi dengan rasa malu yang mendalam dan penyesalan yang mendalam kepada seorang rekan pengkhotbah yang tampaknya memiliki dan menyebarkan pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan Islam dan universal yang diterima, belas kasih dan cinta tanpa syarat kepada orang lain," kata kelompok itu dalam sebuah unggHn Facebook, dikutip dari The Straits Times, Rabu 25 Mei 2022.

RRG menyatakan sikapnya mendukung pemerintah Singapura.

Baca Juga: Kemenangan Rusia Sudah di Depan Mata, Mantan Jenderal NATO Beri Peringatan Serius

Baca Juga: Mesut Ozil akan Salat Jumat di Masjid Istiqlal: Keinginan Terbesar Saat Kunjungi Indonesia

"Kami berdiri teguh dengan posisi Pemerintah Singapura bahwa pandangan yang memecah belah dan segregasi tidak memiliki tempat di negara ini," ujar pernyataan kelompok itu.

Kelompok RRG berisi para cendekiawan dan guru Islam yang secara sukarela membantu dalam konseling keagamaan individu-individu yang teradikalisasi, termasuk mantan napi teroris, dan masyarakat yang menyebarkan pandangan-pandangan ekstremis.

Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, Kasiviswanathan Shanmugam mengatakan, bahwa UAS telah berada dalam pantauan otoritas Singapura karena ajarannya yang dinilai dapat memecah belah antarbangsa.

Shanmugam menyebut terdapat seorang anak berusia 17 tahun yang diindikasikan terlibat radikalisme adalah penahanan remaja berusia 17 tahun berdasarkan Internal Security Act pada Januari 2020.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal

Sumber: Strait Times

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network