Buntut Keributan Masuk NATO, Rusia Umumkan Setop Kirim Gas ke Finlandia

- 21 Mei 2022, 20:47 WIB
Lokasi pembangunan pipa gas Nord Stream 2, dekat kota Kingisepp, wilayah Leningrad, Rusia, 5 Juni 2019.
Lokasi pembangunan pipa gas Nord Stream 2, dekat kota Kingisepp, wilayah Leningrad, Rusia, 5 Juni 2019. /Reuters/Anton Vaganov/File Photo


PIKIRAN RAKYAT - Rusia mengumumkan pihaknya menghentikan pengiriman pasokan gas ke Finlandia akibat sengketa pembayaran energi dengan negara-negara Barat.

Perusahaan energi Rusia, Gazprom menyatakan pihaknya menghentikan ekspor gas ke Finlandia mulai Sabtu, 21 Mei 2022.

Dikutip dari Reuters, penghentian pasokan gas itu disebutkan karena Finlandia menolak menyetujui tuntutan Rusia agar membayar dengan mata uang rubel.

Langkah Rusia dilakukan hanya beberapa hari setelah Finlandia dan Swedia memutuskan untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Keputusan 2 negara Skandinavia ini didorong oleh perang yang terjadi Ukraina.

Seperti diketahui, sebagian besar kontrak pasokan gas negara Eropa menggunakan mata uang euro atau dolar AS. Pada April lalu. Moskow menghentikan pasokan gas ke Bulgaria dan Polandia setelah menolak untuk mematuhi persyaratan pembayaran baru.

Baca Juga: Guru Ngaji Cabuli 2 Kakek di Garut Usai Dapat Wangsit untuk Berzina dengan Jemaahnya

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan Finlandia dan Swedia resmi mendaftar ke NATO dan akan mendapat proses dari 30 negara anggota.

"Saya menyambut hangat permintaan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Anda adalah mitra terdekat kami," kata Stoltenberg setelah menerima surat lamaran bergabung dari duta besar kedua negara Nordik.

Dalam waktu normal, proses pengajuan keanggotaan akan memakan waktu 8-12 bulan, tetapi kali ini NATO mengaku siap bergerak cepat, terlebih dengan ancaman Rusia berada di depan Finlandia dan Swedia.

Baca Juga: Pendukung UAS Ancam Usir Kedubes Singapura, Polisi: Mengusir Paksa Itu Melawan Hukum

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network