Dilacak Selama Sepekan, PM Australia Sebut Kapal Mata-mata China Tidak Melanggar Hukum Laut

- 14 Mei 2022, 11:11 WIB
Kapal mata-mata China, Haiwangxing disebut beroperasi di dekat pantai Australia dalam foto yang dirilis 13 Mei 2022.
Kapal mata-mata China, Haiwangxing disebut beroperasi di dekat pantai Australia dalam foto yang dirilis 13 Mei 2022. /Departemen Pertahanan Australia via Reuters


PIKIRAN RAKYAT - Otoritas Australia menyebutkan kapal mata-mata China telah dilacak di lepas pantai barat Australia dalam jarak 50 mil laut dari fasilitas pertahanan sensitif. Namun, disebutkan kapal mata-mata China itu tidak melanggar hukum laut internasional.

Kapal mata-mata China itu dilacak selama sepekan terakhir saat berlayar melewati stasiun komunikasi angkatan laut Harold E Holt di Exmouth, di Australia barat.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan kapal angkatan laut China tidak berada di perairan teritorial Australia.

"Hukum laut internasional belum dilanggar," kata Morrison kepada wartawan di Melbourne, Sabtu, 14 Mei 2022, dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Awal Mula Kemunculan Virus Hendra Varian Baru, Ditandai Kuda yang Mati Secara Misterius

Namun, Scott Morrison mengatakan kehadiran kapal China itu mengkhawatirkan. Ia menyoroti China berusaha memaksakan kehendaknya di seluruh kawasan.

Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton mengatakan pergerakan kapal China itu sebagai "tindakan agresi" karena melakukan perjalanan jauh ke selatan.

Menanggapi hal itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan China selalu mematuhi hukum internasional dan mendesak politisi Australia untuk "menahan diri dari alarmisme".

Baca Juga: Ketegasan Jokowi di KTT ASEAN-AS: Hentikan Perang di Ukraina, Tidak Menguntungkan Siapa pun

Hubungan antara Australia dan China terus menegang ditambah berkembangnya polemik Kepulauan Solomon setelah meneken pakta keamanan dengan Beijing.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network