Jokowi Rayu Pengusaha AS untuk Kerja Sama Ekonomi Digital: RI Punya Startup Terbesar ke-5 di Dunia

- 13 Mei 2022, 11:20 WIB
Bertemu dengan sejumlah pengusaha terkemuka di AS, Jokowi mengajak untuk berinvestasi di Indonesia
Bertemu dengan sejumlah pengusaha terkemuka di AS, Jokowi mengajak untuk berinvestasi di Indonesia /YouTube/Sekretariat Presiden

PIKIRAN RAKYAT – Dalam pertemuan yang menjadi bagian agenda Konferensi Tingkat Tinggi AS-ASEAN di Washington DC, Amerika Serikat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan potensi ekonomi digital Indonesia di hadapan para pengusaha Amerika Serikat.

Dihadapan sejumlah pimpinan perusahaan AS seperti Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, dan Marriott International, Jokowi memamerkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diprediksi bernilai 146 miliar dolar AS atau sekira Rp2.132 triliun.

Dalam pertemuan yang langsung ditengahi oleh Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo serta US-ASEAN Business Council Ted Osius, Jokowi menyampaikan undangan terbuka kepada pengusaha kakap Amerika Serikat untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

"Saya sangat mengharapkan kontribusi pebisnis Amerika Serikat dalam pengembangan infrastruktur digital, memfasilitasi digital capacity-building, serta mendukung kami masuk global value chain melalui digitalisasi," kata Presiden Jokowi, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari keterangan resmi yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Baca Juga: Kode Keras Koalisi, Pengamat Soroti Pertemuan 3 Ketum Golkar, PAN dan PPP

Jokowi mengungkapkan potensi ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pasalnya dari 330 miliar dolar AS atau sekira Rp4.821 triliun nilai ekonomi digital Asia Tenggara, nyaris setengahnya dari nilai tersebut atau sekitar 146 miliar dolar AS berada di Indonesia.

"Di Asia Tenggara nilai ekonomi digital diprediksi mencapai 330 miliar dolar AS pada tahun 2025, dan di Indonesia sendiri ekonomi digital tumbuh 20 persen per tahun untuk mencapai 146 miliar dolar AS pada 2025," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan kemajuan iklim ekonomi digital Indonesia yang saat ini memiliki 2.346 perusahaan rintisan atau startup. Jumlah tersebut menurut Jokowi menjadikan Indonesia pemilik perusahaan startup terbesar kelima di dunia.

Baca Juga: Pertemuan 3 Ketum Golkar, PAN, dan PPP: Sepakat Perangi Politik Identitas Pemilu 2024

Dari ribuan perusahaan tersebut, Indonesia memiliki dua startup yang kini berstatus decacorn atau memiliki valuasi setara 10 miliar dolar AS. Kemudian, delapan lainnya sudah dinobatkan menjadi unicorn atau valuasi hingga 1 miliar dolar AS.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network