Moskow Umumkan 11.500 Orang Dievakuasi dari Ukraina ke Rusia, Kiev Sebut Deportasi

- 3 Mei 2022, 08:37 WIB
 Seorang warga membawa barang-barangnya di sepanjang jalan yang rusak selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina 15 Maret 2022.
Seorang warga membawa barang-barangnya di sepanjang jalan yang rusak selama konflik Ukraina-Rusia di kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina 15 Maret 2022. /Reuters/Alexander Ermochenko


PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan lebih dari 11.500 orang termasuk 1.847 anak-anak dievakuasi dari Ukraina ke wilayah Rusia pada Senin, 2 Mei 2022.

Jumlah itu termasuk orang-orang yang berada di wilayah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, yang dimerdekakan Rusia sebelum meluncurkan invasi 24 Februari 2022.

Kemenhan Rusia menyebutkan, orang-orang yang dievakuasi tersebut atas permintaannya sendiri.

"Sejak 24 Februari, hampir 200.000 anak-anak dan 1,1 juta orang telah dievakuasi dari Ukraina ke Rusia", demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari Reuters, Selasa, 3 Mei 2022.

Baca Juga: Shireen Sungkar Menangis di Pelukan Teuku Wisnu Saat Malam Takbiran, Anak Coba Menghibur

Sementara Ukraina menyebutkan Rusia secara paksa mendeportasi ribuan orang sejak awal perang.

Sejak awal Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai operasi militer khusus untuk melucuti infrastruktur militer. Moskow membantah pihaknya menargetkan warga sipil dan tak berniat menduduki wilayah Ukraina.

Sebelumnya pada Senin, PBB dan Komite Internasional Palang Merah telah mengevakuasi beberapa warga sipil yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal di Kota Mariupol.

Baca Juga: One Way Kembali Diberlakukan Usai Lebaran, Polisi Minta Pemudik Balik Lebih Awal

Evakuasi tersebut atas kerja sama antara pihak Rusia dan Ukraina.

Halaman:

Editor: Julkifli Sinuhaji

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network