Sejumlah Penelitian Klaim Pria Botak Bisa Lebih Berisiko Meninggal karena Covid-19

- 6 Juni 2020, 13:12 WIB
ILUSTRASI pria botak.* /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Pemimpin Studi Utama di Brown University, Prof Carlos Wambier mengatakan, tim penelitinya benar-benar berpikir bahwa kebotakan menjadi salah satu faktor risiko tingkat keparahan pasien COVID-19

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pria botak secara tidak proporsional rentan meninggal akibat virus corona karena hormon dalam tubuhnya. 

Penelitian sebelumnya dan analisis statistik oleh Public Health Inggris menunjukkan bahwa pria dua kali lebih mungkin meninggal karena Virus Corona.

Baca Juga: Ibu Kekeyi Minta Bantuan, Anji Ungkap 5 Fakta Hasil Penelusuran Kasus 'Keke Bukan Boneka'

Para ilmuwan pun percaya bahwa kerentanan pria terhadap COVID-19 disebabkan oleh hormon seks pria yang disebut androgen, yang juga termasuk testosteron.

Hormon androgen itulah yang menyebabkan rambut rontok dan bertindak sebagai pintu masuk untuk Virus Corona menyerang sel.

Jika teori itu benar, maka penekan hormon yang saat digunakan untuk mengobati kanker prostat dan kebotakan juga bisa digunakan untuk bug yang mematikan tersebut.

Baca Juga: Didenda Karena Tidak Menggunakan Masker Saat Bercukur di Rumah, Jadon Sancho Layangkan Kritik

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiranrakyat-bekasi.com dengan judul "Para Ahli Ungkap Alasan Mengapa Pria Botak Lebih Berisiko Terinveksi Virus Corona"

Halaman:

Editor: Yuni

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X