Selebaran 'Anti Korea Utara' Tersebar, Kim Yo Jong Angkat Bicara

- 4 Juni 2020, 14:11 WIB
ADIK perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong digadang-gadang menjadi penggantinya usai dikabarkan kritis akibat penyakit jantung.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT – Ribuan "selebaran anti-Korea Utara" berjudul "Para Pembelot dari Utara" yang baru-baru ini disebar di sepanjang sisi Utara dari zona demiliterisasi kedua Korea yang dijaga ketat.

Saudari pemimpin Korea Utara, Kim Yo Jong, pun lantas bersikap dengan memperingatkan Korea Selatan segera menghentikan para pembelot mengirim selebaran itu.

Zona demiliterisasi merupakan area yang memisahkan kedua negara.

Baca Juga: Tak Tinggal Diam Lihat Azriel Emosi, Aurel Hermansyah Tenangkan sang Adik

Yo Jong, seperti dilansir Antara,  mengatakan bahwa pihak Korut dapat membatalkan perjanjian militer bilateral yang disepakati baru-baru ini jika kegiatan penyebaran itu berlanjut.

Kim Yo Jong, yang bertugas secara tidak resmi sebagai kepala staf Kim Jong Un, mengeluarkan peringatan itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Korut KCNA pada Kamis.

"Jika tindakan niat jahat seperti itu yang dilakukan di depan mata kami dibiarkan begitu saja dengan dalih 'kebebasan individu' dan 'kebebasan berekspresi', pemerintah Korea Selatan harus segera menghadapi fase terburuk," kata pernyataan KCNA.

Baca Juga: Amerika Serikat Teriak Soal HAM Sedang Demonstran Ditekan, Korut Layangkan Kritik Keras

Menanggapi pernyataan Korea Utara, juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan, yang menangani urusan antar-Korea, menyerukan penghentian operasi selebaran itu.

Mengirim selebaran meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara, menimbulkan risiko kerusakan lingkungan dan membahayakan properti pribadi, kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Yoh Sang-key pada kegiatan pengarahan rutin.

"Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran selebaran itu beberapa kali," katanya.

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Zodiak Aquarius Sangat Tertarik dengan Taurus

Kim Yo Jong memperingatkan tentang kemungkinan pembatalan perjanjian militer antar-Korea, yang disepakati untuk menghilangkan ancaman praktis perang, sebagai akibat dari penyebaran diam-diam selebaran anti-Korut.

Kesepakatan militer yang dicapai pada 2018 "hampir tidak ada nilainya", kata Yo Jong.

Dia juga memperingatkan bahwa Korea Utara akan menarik diri dari proyek industri Kaesong dan menutup kantor penghubung bersama di kota perbatasan Utara kecuali Seoul menghentikan tindakan (penyebaran) semacam itu.

Kim Yo Jong belakangan ini paling terlihat hadir di sekitar kakaknya -- Kim Jong Un -- dalam dua tahun terakhir. Yo Jong secara resmi menjabat sebagai wakil direktur Komite Sentral Partai Buruh yang berkuasa.***

loading...

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X