Amerika Serikat Teriak Soal HAM Sedang Demonstran Ditekan, Korut Layangkan Kritik Keras

- 4 Juni 2020, 14:04 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama untuk Rumah Sakit Umum Pyongyang yang baru dalam rangka 75 tahun pendirian Partai Buruh Korea, di Pyongyang, Korea Utara, dalam foto yang disiarkan oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA), Selasa, 17 Maret 2020.* /KCNA via Antara

PIKIRAN RAKYAT Partai Buruh Korea (WPK) sebagai parpol berkuasa di Korea Utara melayangkan kritik keras terhadap Amerika Serikat.

Soalnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru saja teriak soal penegakan hak asasi manusia (HAM) dalam menanggapi pengesahan Undang-undang Keamanan Nasional di Hong Kong.

Pompeo mengritik Tiongkok melanggar HAM atas penguasaan itu.

Baca Juga: Masalah Keamanan Laut China Selatan, Filipina Pilih Tak Akhiri Perjanjian Militer dengan AS

Seorang juru bicara Departemen Hubungan Internasional Partai Buruh Korea (WPK) pun mengkritisi pernyataan Pompeo, yang dinilai mengherankan.

Sebab, bagaimana mungkin AS dapat teriak-teriak soal HAM, sementara negeri paman sam itu mengancam  akan "melepaskan anjing penjaga" untuk menekan warganya yang berunjuk rasa.

loading...

Pernyataan itu merujuk pada pernyataan Pompeo di Fox News pekan lalu, yang menyebut langkah terbaru Partai Komunis Tiongkok menunjukkan pihak itu "ingin merusak ide-ide Barat, demokrasi Barat, dan nilai-nilai Barat," serta "menempatkan warga Amerika Serikat dalam bahaya".

Baca Juga: 4 Alasan Mengapa Zodiak Aquarius Sangat Tertarik dengan Taurus

Juru bicara WPK pun membela sekutunya tersebut.

Ungkapan Pompeo terkait Hong Kong, Taiwan, isu HAM, dan perselisihan dagang, merupakan pernyataan yang "tidak masuk akal" dan berusaha memfitnah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok, kata juru bicara dari WPK.

"Pompeo yang terlibat erat dengan aksi mata-mata dan menciptakan plot untuk mengganggu negara-negara lain, luput menyadari dari mana matahari terbit dan ke mana ia tenggelam," ujar dia.

Baca Juga: Tak Tahu Calon Korban Seorang Kapolsek, Penipu Mimpi Bisa Gondol Uang Malah Kena Tembakan Peringatan

Ia mengatakan pernyataan semacam itu, yang disampaikan pejabat tinggi di AS, menunjukkan mereka khawatir situasi di Amerika Serikat dapat terus memburuk. Pendapatnya itu merujuk pada sejumlah unjuk rasa yang menentang aksi brutal kepolisian di AS.

"Demonstran marah karena rasisme ekstrem di AS yang bahkan dapat ditemui di Gedung Putih," kata dia. "Situasi demikian merupakan kenyataan yang dihadapi AS hari ini. Liberalisme dan demokrasi yang dianut rakyat AS menempatkan para demonstran sebagai pendukung gerakan sayap kiri, bahkan mereka (otoritas setempat) mengancam akan melepas anjing penjaga untuk menekan para pengunjuk rasa,"  kata juru bicara dari WPK itu.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menyebutkan artikel itu merupakan pernyataan pertama yang dikeluarkan langsung oleh Departemen Hubungan Internasional WPK sejak Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berkuasa pada 2011.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X