Arab Saudi Alami Masa Sulit Jika Kehilangan Pendapatan dari Penyelenggaraan Haji

- 4 Juni 2020, 06:30 WIB
Ilustrasi ibadah haji. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Ibadah haji 2020 dijadwalkan berlangsung mulai akhir Juli ini. Tahun lalu 2,5 juta orang menunaikan ibadah haji, tetapi tahun ini dipastikan jumlahnya menurun signifikan akibat pandemi corona belum berakhir.

Sebelumnya pada 1 April lalu Arab Saudi telah meminta umat Islam untuk menunggu sampai ada kejelasan lebih lanjut tentang pandemi sebelum berencana untuk menghadiri ibadah haji tahun 2020. Arab Saudi telah menangguhkan umrah sepanjang tahun akibat kekhawatiran virus corona menyebar ke kota-kota paling suci di negara itu.

Jumlah kasus corona di Arab Saudi sendiri saat ini masih tinggi. Dilansir laman Al Arabiya awal pekan ini, terdapat tambahan 1.881 kasus infeksi baru pada 1 Juni 2020 lalu sehingga total menjadi 87.142 kasus. Sementara 1.864 pasien telah dinyatakan sembuh dari jumlah total 64.306 pasien. Sementara jumlah kematian mencapai 525 kasus.

Baca Juga: Kenalkan, Burgman 125 Pesaing Honda ADV 150 dan Yamaha NMax Buatan Suzuki

Meskipun pandemi belum berakhir, sejak Minggu 31 Mei 2020 lalu, Arab Saudi telah melonggarkan pembatasan. Di antaranya, dengan mengijinkan pembukaan kembali 90.000 masjid di Arab Saudi setelah dua bulan ditutup.

Menteri Kesehatan Arab Saudi memperingatkan, penutupan bisa kembali dilakukan jika jumlah kasus meningkat signifikan.

Ekonomi Arab Saudi cukup terganggu akibat pandemi corona. Pembatalan umrah dan juga penundaan ibadah haji oleh sejumlah negara telah mengurangi pemasukan devisa non-minyak ke Negara Petrodollar tersebut.

Baca Juga: Sudah Tau Arti DOT 3 dan DOT 4 di Kemasan Minyak Rem? Simak Penjelasannya

Dilansir laman TRT World, keputusan menunda umrah (dan kemungkinan ibadah haji) dari para jemaah asing dapat membahayakan keuangan Arab Saudi jika itu merupakan larangan berkepanjangan.

Sumber devisa non-minyak

Meskipun sumber utama devisa negara adalah dari minyak, pemasukan dari Haji dan Umrah tak bisa diremehkan. Jumlahnya mencapai 20 persen dari total PDB Arab Saudi.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X