Wacana Herd Immunity dengan Tolak Lockdown Timbulkan Banyak Korban, Swedia Mengaku Salah

- 3 Juni 2020, 19:10 WIB
ILUSTRASI virus corona.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Untuk pertama kalinya, ahli epidemiologi Swedia mengakui dia telah melakukan kesalahan soal tidak memberlakukan lockdown atau penguncian daerah.

Kepala Ahli Epidemiologi Swedia, Anders Tegnell, yang berada di belakang keputusan untuk menghindari peutupan penuh saat pandemi corona, kini mengakui bahwa terlalu banyak orang meninggal akibat strateginya.

Diminta kembali untuk memerangi penyakit yang sama dengan berkaca pada strategi sebelumnya, Tegnell mengatakan dia akan membawa langkah-langkah lebih keras untuk memperlambat penyebaran.

Baca Juga: Persib & Victor Igbonefo: 27 Laga di Musim 2018 hanya Catatkan 1 Kartu Kuning

Sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Daily Mail, Tegnell masih percaya bahwa penguncian atau penutupan secara penuh seperti yang dilakukan di negara-negara Eropa lainnya selama wabah tidak diperlukan.

Namun, dia mengatakan sulit untuk melakukan tindakan penguncian mana yang digunakan karena sebagian besar negara lain menerapkan pembatasan mereka sekaligus.

Hal itu membuatnya kesulitan mengetahui tindakan individu mana yang memiliki efek terbesar untuk menekuk kurva infeksi.

Baca Juga: Komisi X DPR RI Beri Imbauan untuk Sistem Belajar di Tahun Ajaran Baru

"Jika kita menemui penyakit yang sama, dengan apa yang kita ketahui tentang penyakit itu hari ini, saya pikir kita akan melakukan di tengah-tengah antara apa yang dilakukan Swedia dan apa yang dilakukan oleh seluruh dunia," ujar Anders Tegnell.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X