Ungkap Dampak Protes Kematian George Floyd di AS, Analis: Memberi Tekanan terhadap Dolar

- 1 Juni 2020, 14:44 WIB
PASUKAN Pengawal Nasional Amerika Serikat dikerahkan untuk atasi protes massa terkait kematian George Floyd.* /AFP / SETH HERALD

PIKIRAN RAKYAT - Pasukan Pengawal Nasional telah dikerahkan di 15 negara bagian Amerika Serikat dan ibu kota saat aksi protes atas kematian George Floyd terjadi selama lima malam berturut-turut.

George Floyd merupakan pria berkulit hitam yang tidak memiliki senjata dan ditangkap oleh kepolisian.

Kerusuhan semakin memanas saat kematiannya dan beredar video yang menunjukan bahwa George Floyd telah terengah-engah ketika lehernya ditekan oleh lutut polisi.

Baca Juga: DPW PKB Jabar Gelar Roadshow ke Sentral Ekonomi Rakyat Garut dan Sumedang 

Dalam video tersebut, George Floyd tampak meminta tolong dan mengatakan bahwa ia tidak dapat bernapas.

loading...

Para analis mengatakan mengenai kerusuhan yang terjadi berdampak pada pasar keuangan.

Officer Investasi Cheif Regional Jepang di UBS Securities, Daiuju Aoki mengatakan peringkat persetujuan Presiden Amerika Donald Trump telah turun akibat protes tersebut.

Baca Juga: Tanggapi Isu Kenaikan Tagihan Listrik, PLN UP3 Sumedang Bentuk Posko Pengaduan 

"Pasar mulai melihat peluang tinggi bahwa Joe Biden memenangkan pemilihan Presiden Amerika Serkiat, akan tetapi ada banyak ketidakpastian saat Biden akan memilih wakil presiden," ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam Reuters.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X