Senin, 25 Mei 2020

Israel Dikecam Sebagai Tumor yang Harus Segera Dimusnahkan

- 23 Mei 2020, 17:10 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, Israel 10 September 2019 /Amir Cohen

PIKIRAN RAKYAT - Pemimpin Tertinggi Iran pada hari Jumat mengecam Israel sebagai "tumor" yang harus dimusnahkan dan memuji pasokan senjata Teheran kepada Palestina.

Penentangan terhadap Israel adalah keyakinan kuat untuk Iran. Republik Islam Iran mendukung kelompok-kelompok bersenjata Palestina dan Libanon yang menentang perdamaian dengan Israel, Teheran tolak mengakui Israel.

“Rezim Zionis (Israel) adalah tumor kanker mematikan di wilayah tersebut. Tidak diragukan lagi itu akan dicabut dan dimusnahkan,” kata Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam sebuah pidato online.

Baca Juga: Masih Ada Masyarakat yang Tak Pakai Masker, Ari Wibowo: Keluarga di Rumah Udah Kebal Virus ya?

Amerika Serikat dan Uni Eropa menolak komentar tersebut.

Sekretaris Negara AS. Mike Pompeo di Twitter menampiknya sebagai "pernyataan anti-Semit yang menjijikkan dan penuh kebencian" yang tidak mewakili tradisi toleransi orang Iran biasa.

Meskipun para pemimpin kelompok-kelompok militan Palestina di Gaza, termasuk Hamas dan Jihad Islam, telah sering memuji dukungan keuangan dan militer Iran, Khamenei sendiri sebelumnya tidak memberikan konfirmasi publik tentang pasokan senjata Teheran.

Baca Juga: 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Dipecat, Tompi: IDI sampai Menkes Harus Hadir, Jangan Diam!

"Hari ini, dunia menghitung satu per satu setiap korban virus corona di seluruh dunia, tetapi tidak ada yang bertanya siapa yang bertanggung jawab atas ratusan ribu kesyahidan, pemenjaraan dan penghilangan di Palestina dan di negara-negara di mana Amerika Serikat dan Eropa telah melakukan perang?" dia berkata.

"Virus Zionis yang telah bertahan lama akan dihilangkan," ujarnya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters via Antara.

Khamenei dan pejabat senior Iran lainnya telah berulang kali menyerukan selama bertahun-tahun untuk mengakhiri negara Yahudi itu, termasuk melalui referendum di wilayah tersebut, tempat mayoritas warga Palestina berada.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X