PBB Dituding Manfaatkan Krisis Virus Corona untuk Promosikan Aborsi

- 22 Mei 2020, 13:58 WIB
Ilustrasi Covid-19. /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada hari Kamis membantah tuduhan Amerika Serikat bahwa badan dunia menggunakan pandemi virus corona sebagai kesempatan untuk mempromosikan akses aborsi melalui respons kemanusiaan terhadap wabah global yang mematikan.

"Setiap saran bahwa kita menggunakan pandemi Covid-19 sebagai kesempatan untuk mempromosikan aborsi adalah tidak benar," kata juru bicara AS Stephane Dujarric.

“Sementara kami mendukung layanan kesehatan yang mencegah jutaan wanita meninggal selama kehamilan dan persalinan dan melindungi orang dari infeksi menular seksual, termasuk HIV, kami tidak berusaha untuk mengesampingkan Undang-undang nasional apa pun,” katanya.

Baca Juga: Pelatih Persib Robert Alberts Atur Jadwal Pemain Selama Lebaran Idul Fitri

Dalam sepucuk surat kepada Ketua PBB Antonio Guterres pada hari Senin, penjabat Administrator USAID John Barsa mengatakan rencana badan dunia - yang diumumkan dua bulan lalu - memberikan layanan kesehatan seksual dan reproduksi pada tingkat yang sama pentingnya dengan kerawanan pangan, perawatan kesehatan esensial, kekurangan gizi, tempat tinggal, dan kebersihan.

Amerika Serikat telah lama memandang "layanan kesehatan seksual dan reproduksi" sebagai kode untuk aborsi.

PBB seharusnya tidak menggunakan krisis ini sebagai kesempatan untuk memajukan akses ke aborsi sebagai 'layanan penting. Bahwa rencana tersebut menyerukan penyebaran luas obat-obatan yang memicu aborsi dan persediaan aborsi, dan untuk mempromosikan aborsi," tutur John Barsa dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters.

Baca Juga: AS dan Tiongkok Makin Keruh, Undang-undang Keamanan Hong Kong Bisa Picu Krisis

Rencana PBB adalah untuk membantu 63 negara, terutama di Afrika dan Amerika Latin, memerangi penyebaran dan destabilisasi dampak pandemi.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X