Lebih dari 1.300 Perusahaan AS di Hong Kong Terancam, Tiongkok akan Berlakukan UU Keamanan Baru

- 22 Mei 2020, 11:34 WIB
Legislator pan-demokratis Chu Hoi-dick bentrok dengan petugas keamanan selama pertemuan Komite Dewan Legislatif di Hong Kong, China, 18 Mei 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Amerika Serikat (AS) memperingatkan Tiongkok untuk tetap mempertahankan pemberian otonomi khusus terhadap Hong Kong.

Amerika Serikat memperingatkan Tiongkok agar tidak memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong.

Baca Juga: Komentari Vonis Kasus Ikan Asin, Hotman Paris: Mereka Beruntung

AS mengatakan otonomi khusus dan penghormatan terhadap hak asasi manusia adalah kunci untuk mempertahankan status khusus wilayah itu, kata juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus.

Baca Juga: Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Semarang Diperpanjang hingga 7 Juni

"Setiap upaya untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional yang tidak mencerminkan kehendak rakyat Hong Kong akan sangat mengganggu stabilitas, dan akan mendapat kecaman keras dari Amerika Serikat dan komunitas internasional," kata Ortagus.

Baca Juga: Aktivitas Padat di Pasar dan Mal Jelang Lebaran, Picu Ledakan Penambahan Kasus COVID-19 di Semarang

Tiongkok akan memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru di Hong Kong setelah kerusuhan prodemokrasi tahun lalu.

Langkah itu diambil Tiongkok untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas wilayah bekas jajahan Inggris itu.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X