Coreng Citra Putra Mahkota Arab Saudi, Pembunuhan Jurnalis yang Dipotong Tubuhnya Berakhir Haru

- 22 Mei 2020, 11:07 WIB
Komite untuk Perlindungan Wartawan dan sejumlah aktivis kebebasan pers membawa lilin renungan di depan Kedubes Arab Saudi di Washington, Amerika Serikat, Rabu (2/10/2019) untuk memperingati pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Jenderal Kerajaan Arab Saudi di Istanbul, Turki.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Sempat menimbulkan kehebohan global di Arab Saudi bahkan hingga mencoreng citra Putra Mahkota Muhammed bin Salman, pembunuhan terhadap jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, berakhir dengan keharuan.

Khashoggi terakhir kali terlihat di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Ia pergi ke konsulat tersebut untuk mendapatkan dokumen pernikahannya yang akan datang.

Baca Juga: Gaungkan Semangat Reformasi, PKB : Kuatkan Gerakkan Sosial-Ekonomi Rakyat

Tubuhnya dilaporkan dipotong-potong dan dikeluarkan dari gedung. Hingga kini, jenazahnya belum ditemukan.

Pembunuhan itu menyebabkan gejolak global, mencoreng citra Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Baca Juga: Ungkap Alasan Tak Pulang ke Rumah Meggy Wulandari dan Anaknya, Kiwil: Dia Perfeksionis

Beberapa pemerintah negara-negara Barat, serta CIA, mengatakan mereka percaya Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah memerintahkan pembunuhan.

Para pejabat Saudi mengatakan Putra Mahkota tidak memiliki andil dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, meskipun pada September 2019 Mohammed bin Salman mengisyaratkan bahwa ia secara pribadi bertanggung jawab.

Baca Juga: Terkam Seorang Gadis Remaja, Seekor Buaya di Kalimantan Gagal Memangsa Lantaran Tak Punya Gigi

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X