Angka Kematian Akibat Covid-19 Brasil Capai Rekor Tertinggi, Menkes Perluas Rekomendasi Klorokuin

- 20 Mei 2020, 14:25 WIB
PARA pria membawa kotak untuk dipasangkan ke peti jenazah di pemakaman Kota Sao Pedro, di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di Sao Paulo, Brazil, Kamis, 14 Mei 2020.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Presiden Brasil, Jair Bolsonaro mengatakan, Menteri Kesehatan Sementara Eduardo Pazuello, akan mengeluarkan pedoman obat virus corona baru.

Yakni akan memperluas rekomendasi penggunaan obat anti-malaria klorokuin sebagai upaya mengobati virus corona.

Seiring dengan penggodokan kebijakan itu, angka kematian akibat Covid-19 di  Brasil mencapai rekor tertinggi yakni  1.179 orang per 19 Mei 2020.

Baca Juga: FEB Unpad Awali Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi

Sebelumnya pada 12 Mei 2020, seperti dilaporkan Reuters, korban harian tertinggi tercatat 881 orang meninggal.

Melihat perkembangan itu, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memberlakukan larangan perjalanan dari Brasil.

Pandemi COVID-19 telah menewaskan total sedikitnya 17.971 orang di Brasil, menurut Departemen Kesehatan.

Baca Juga: Hari Internasional Al-Quds untuk Mendukung Palestina Merdeka, Jatuh pada 22 Mei 2020

Pada Senin, 18 Mei 2020, Brasil menyalip Inggris sebagai menjadi negara dengan jumlah infeksi terkonfirmasi ketiga tertinggi, di bawah Rusia dan Amerika Serikat.

Kasus positif COVID-19 yang dikonfirmasi juga melonjak dengan rekor 17.408 pada Selasa kemarin dengan total 271.628 orang yang dites positif terkena virus.

Presiden Jair Bolsonaro telah banyak dikritik karena penanganannya terhadap wabah. Ia tidak setuju dengan pembatasan karena merusak perekonomian negara.

Baca Juga: Viral #Indonesiaterserah di Twitter, Wakil Sekjen Demokrat: Tenaga Medis Jadi Pihak Paling Bingung

Bolsonaro mengatakan Menteri Kesehatan Sementara Eduardo Pazuello akan mengeluarkan pedoman baru untuk memperluas rekomendasi penggunaan obat anti-malaria klorokuin sebagai upaya mengobati virus corona.

Jumat pekan lalu, Menteri Kesehatan Nelson Teich mengundurkan diri saat ia menerima tekanan untuk menandatangani pedoman.

Dalam sebuah wawancara, Presiden Bolsonaro mengatakan Menteri Kesehatan sementara, Eduardo Pazuello, akan menandatangani pedoman klorokuin baru dan mempertahankan pekerjaan terbaik itu untuk saat ini.

Bolsonaro menambahkan bahwa ibunya berusia 93 tahun, dan dia menyimpan sekotak klorokuin jika dia membutuhkannya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia menggunakan klorokuin sebagai tindakan pencegahan.

"Saya tidak ingin orang-orang datang ke sini dan menginfeksi rakyat AS. Saya juga tidak ingin orang-orang sakit di sana. Kami membantu Brazil dengan ventilator," kata Trump.***

Editor: Gita Pratiwi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X