Di balik Praktik Ofensif Rambut Gimbal dan Wajah Cokelat di Film Bollywood Tercium Aroma Rasisme

- 20 Mei 2020, 10:13 WIB
Bhumi Pednekar saat berperan.* /Sujit Jaiswal/AFP/Getty Images/Maddock Films/YouTube

PIKIRAN RAKYAT - Bollywood mungkin terkenal karena para pemainnya yang glamor.

Kostum mewah dan rutinitas dansa yang energik. Tapi, itu juga memiliki reputasi yang jauh lebih bagus-untuk memromosikan praktik ofensif wajah cokelat.

"Ini sebenarnya rasisme," kata sutradara film pemenang penghargaan Neeraj Ghaywan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

The many moods of #VedikaTripathi , today at 12 pm on @sonymaxmovies ♥️ #PatiPatniAurWoh

A post shared by Bhumi✨ (@bhumipednekar) on

loading...

 

Di Amerika Serikat, konsep blackface dan brownface ada abad ke-19, ketika pemain kulit putih akan menggelapkan wajah mereka dengan makeup, dan menggunakan stereotip rasis untuk menggambarkan hitam dan karakter etnis minoritas lainnya.

Pemain kulit putih melakukan ini di saat profesional non-kulit putih dilarang bekerja di industri ini.

Dan praktiknya sudah ada sejak Inggris era Elizabethan, ketika sutradara secara tradisional mepublis aktor kulit putih untuk memainkan karakter minoritas dalam drama Shakespeare.

Halaman:

Editor: Rizki Laelani

Sumber: CNN


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X