Dikhawatirkan Jadi Bencana Dahsyat, Virus Corona Ancam Jutaan Muslim Rohingya

- 20 Mei 2020, 09:42 WIB
Rohingya refugees gather to mark the second anniversary of the exodus at the Kutupalong camp in Cox’s Bazar, Bangladesh, August 25, 2019. REUTERS/Rafiqur Rahman /RAFIQUR RAHMAN

PIKIRAN RAKYAT - Wabah virus corona di kamp pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh dikhawatirkan akan menjadi bencana dahsyat, menurut seorang dokter Kanada dan calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Fozia Alvi, yang secara teratur melakukan perjalanan ke kamp Rohingya yang penuh dan tidak sehat di Asia Selatan, memperkirakan jutaan pengungsi akan hancur setelah kasus pertama virus corona muncul pekan lalu.

"Ini seperti bencana yang menunggu untuk terjadi," kata dokter Alberta kepada Canadian Broadcasting Corporation, Senin 18 Mei 2020.

Baca Juga: Menu Buka Puasa Ramadhan 1441 H: Resep Susu Goreng Keju

"Sama sekali tidak ada cara untuk membatasi penyebaran Covid-19 di sana," katanya dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Anadolu Agency.

Alvi dinominasikan untuk hadiah Nobel tahun lalu untuk pekerjaan kemanusiaan dan melalui yayasannya Humanity Auxilium, dia mengirim dokter setiap bulan ke kamp untuk memberikan layanan medis kepada sekitar 1 juta Muslim Rohingya.

Dia telah mengunjungi kamp-kamp secara teratur sejak Rohingya mulai melarikan diri dari Myanmar dari negara tetangga Bangladesh ketika tentara Budha melakukan kampanye teror, pemerkosaan dan pembunuhan yang meluas pada tahun 2017.

Baca Juga: Gerakan #IndonesiaCintaQuran Ajak Umat Muslim Sempurnakan Akhir Ramadhan

Kondisi di kamp-kamp Bangladesh jorok dan penuh sesak, dengan kekurangan segalanya, termasuk air bersih.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X