Sejak India Terapkan Lockdown Nasional, 162 Buruh Migran Tewas Tapi Bukan Karena Terinfeksi Corona

- 20 Mei 2020, 08:55 WIB
Petugas polisi memeriksa jalur kereta api setelah kereta menabrak pekerja migran yang tidur di lintasan di distrik Aurangabad di negara bagian barat Maharashtra, India, 8 Mei 2020.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT – Sebanyak 22 orang tewas dalam kecelakaan di jalan di lima negara bagian India pada hari Selasa, menyebabkan korban tewas dalam insiden yang melibatkan buruh migran menjadi setidaknya 162 selama lockdown yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran penyakit coronavirus (Covid-19).

Sembilan orang tewas di Bihar, empat di Maharashtra, enam dalam dua kecelakaan terpisah di Uttar Pradesh, satu di Jharkhand, dan dua dalam banyak insiden di Odisha, menurut pejabat negara.

Menurut data yang dikumpulkan oleh wartawan Hindustan Times yang dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com, setidaknya 162 migran telah tewas dalam kecelakaan semacam itu sejak awal penutupan pada tanggal 25 Maret. Dalam dua minggu terakhir saja, 42 buruh migran telah meninggal dalam dua kecelakaan besar.

Baca Juga: Tanggapi Kenaikan Kasus COVID-19, Gubernur Sulsel: Kenaikan ini akan Sangat Bagus

Pada 8 Mei, kereta barang menabrak lebih dari 16 orang yang tidur di rel di Aurangabad, Maharashtra, dalam perjalanan kembali ke desa mereka dengan berjalan kaki. Kemudian pada 16 Mei, 26 buruh migran meninggal setelah truk yang mereka tumpangi menabrak kendaraan lain di distrik Auraiya, Uttar Pradesh.

loading...

Kebijakan lockdown nasional meninggalkan buruh migran tanpa pekerjaan yang tak tahu cara untuk kembali ke rumah. Baru pada akhir April beberapa negara mulai mengangkut pekerjanya dari negara-negara lain menggunakan bus dan baru pada 1 Mei pemerintah mulai menjalankan kereta khusus untuk mereka.

Dalam komunikasi dengan negara bagian pada hari Selasa, kementerian dalam negeri Uni meminta negara bagian dan Wilayah Teritori untuk mengoperasikan lebih banyak kereta api khusus Shramik dalam koordinasi dengan Kereta Api India untuk mengangkut para migran.

Baca Juga: Kota Bandung Jadi Daerah yang Paling Taat Menjalankan Kebijakan PSBB

“Saya mengimbau pemerintah negara bagian untuk membantu para migran, mendaftarkan nama mereka dan memberikan daftar itu ke jalur kereta api. Saya juga mengimbau para migran untuk tetap di tempat mereka sekarang, dan Kereta Api India akan segera membantu mereka mencapai kota asal mereka,” kata menteri Kereta Api Piyush Goyal.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X