Buntut Permintaan Pengusutan Awal Mula Virus Corona, Australia dan Tiongkok Kian Memanas

- 17 Mei 2020, 13:51 WIB
BENDERA Republik Rakyat Tiongkok.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Australia mendesak Tiongkok pada hari Minggu untuk menanggapi permintaannya untuk membahas meredakan ketegangan antara kedua mitra dagang setelah Canberra menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul virus corona baru.

Tiongkok, menuduh Australia memainkan "trik kecil", baru-baru ini menangguhkan impor daging sapi dari empat pengolah daging terbesar di Australia dan sedang mempertimbangkan untuk mengenakan tarif yang tinggi untuk impor gandum.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham telah meminta diskusi tentang masalah perdagangan dengan mitranya dari Tiongkok, katanya dalam sebuah wawancara televisi di Australian Broadcasting Corp (ABC) pada hari Minggu.

Baca Juga: Nyeleneh, Audi Buka Lowongan Kerja Untuk Orang yang Mau Cium Bau Mobil 

"Permintaan itu belum dipenuhi dengan panggilan yang diakomodir pada tahap ini. Kami terbuka untuk melakukan diskusi itu, bahkan sekalipun ada masalah sulit untuk didiskusikan," katanya pada program 'Insiders' ABC.

Birmingham mengatakan Australia memiliki hak untuk membawa kasus terhadap Tiongkok di Organisasi Perdagangan Dunia jika Beijing mengenakan tarif pada gandum Australia.

Hubungan antara Canberra dan Beijing telah tegang di tengah tuduhan Australia atas campur tangan Tiongkok dalam urusan dalam negeri dan kekhawatiran tentang apa yang dilihat Australia sebagai pengaruh Tiongkok yang semakin besar di kawasan Pasifik.

Baca Juga: Sebut Pernyataan Indira Kalistha Melantur, Suami: Kita Selama PSBB di Rumah

Seruan untuk menyelidiki asal-usul virus corona datang di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan Tiongkok terhadap wabah oleh Presiden AS Donald Trump, yang telah mengatakan bahwa Beijing harus menghadapi konsekuensi jika "secara sadar bertanggung jawab" atas pandemi tersebut.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X