Kapal Survei Tiongkok Tinggalkan Perairan Malaysia setelah Kebuntuan Konflik Laut China Selatan

- 16 Mei 2020, 11:11 WIB
Kapal survei Tiongkok Haiyang Dizhi 8.* /China Geological Survey via South China Morning Post

PIKIRAN RAKYAT - Sebuah kapal survei Tiongkok yang telah terlibat dalam kebuntuan di Laut China Selatan selama sebulan terakhir dengan kapal eksplorasi minyak Malaysia di Laut Cina Selatan, kini telah meninggalkan zona ekonomi eksklusif Malaysia (ZEE).

Informasi ini terungkap dari data pengiriman maritim pada Jumat, 15 Mei 2020.

Sejak pertengahan April 2020, kapal Haiyang Dizhi 8 melakukan survei di ZEE Malaysia, berdekatan dengan tempat pengeboran yang dikontrak oleh perusahaan minyak negara Malaysia, Petronas. Wilayah operasi ini juga diklaim oleh Malaysia, Vietnam, dan Tiongkok.

Baca Juga: 4 Bulan Berlalu, Hasil Autopsi Kobe Bryant Akhirnya Diumumkan

Sebelumnya kapal Petronas juga meninggalkan perairan sengketa itu pada Selasa, 12 Mei 2020 setelah menyelesaikan pekerjaannya.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Reuters, menurut data dari situs pelacakan kapal Lalu Lintas Kelautan, kapal survei Haiyang Dizhi 8 bergerak keluar dari ZEE Malaysia menuju utara dan dikawal setidaknya dua kapal Tiongkok.

Data dari bulan April lalu menunjukkan kapal survei tersebut bergerak di perairan Malaysia untuk melakukan survei, seperti yang terjadi pada saat terjadi ketegangan dengan kapal-kapal Vietnam pada 2019 lalu.

Baca Juga: Viral Ucapan Indira Kalistha Soal Corona, dr. Tirta: Jangan Menantang Takdir

Kementerian luar negeri Malaysia tidak menanggapi permintaan komentar. Sebelumnya telah menyerukan sengketa Laut Cina Selatan untuk diselesaikan dengan cara damai.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Reuters


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X