Larangan Memancing di Laut China Selatan, Vietnam Tuntut Tiongkok Tak Macam-macam

- 9 Mei 2020, 13:38 WIB
KAPAL penjaga pantai Tiongkok melewati kapal penjaga pantai Vietnam.* /AFP/Hoang Dinh Nam

PIKIRAN RAKYAT - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Le Thi Thu Hang mengatakan menolak keputusan sepihak Tiongkok tentang larangan penangkapan ikan di Laut China Selatan yang berlaku dari 1 Mei hingga 16 Agustus 2020.

"Vietnam menuntut agar Tiongkok tidak memperumit situasi di Laut China Selatan," kata dia dalam konferensi pers pada 8 Mei 2020 di Hanoi, Vietnam, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari media lokal Vietnam, Nhan Dhan.

Hang menegaskan bahwa Vietnam memiliki bukti sejarah dan hukum yang cukup untuk kedaulatannya atas kepulauan Hoang Sa (Paracel) dan Truong Sa (Spratly) sesuai dengan hukum internasional.

Baca Juga: Media India Ungkap Fakta Terbaru Kecelakaan Tragis Kereta Api Hantam 16 Orang yang Tertidur di Rel

Dia juga menyebut Vietnam sebagai negara pesisir Laut Timur dan anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Vietnam memiliki kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi atas perairannya sebagaimana didefinisikan dalam UNCLOS dan berhak atas kepentingan sah lainnya di laut sejalan dengan peraturan internasional.

Pernyataan Kemenlu Vietnam ini dikeluarkan beberapa minggu setelah insiden nelayan Vietnam ditabrak oleh kapal penjaga pantai Tiongkok (China Coast Guard).

Infografik peta yang menunjukkan  pertikaian antara Vietnam dan Tiongkok di Laut China Selatan.*
Infografik peta yang menunjukkan pertikaian antara Vietnam dan Tiongkok di Laut China Selatan.*

Baca Juga: Pemain Bali United Beri Saran Hindari Bacaan Negatif di Tengah Krisis Pandemi COVID-19

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Nhan Dan


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X