Disarankan Dokter Jadi Obat COVID-19, Daging Kucing dan Anjing Marak Dijual di Vietnam

- 18 April 2020, 17:15 WIB
 ANJING itu membantu 'menyalakan' alarm setelah menemukan bayi tersebut.*/KHAOSOD
ANJING itu membantu 'menyalakan' alarm setelah menemukan bayi tersebut.*/KHAOSOD /null

PIKIRAN RAKYAT - Selama pandemi COVID-19 yang saat ini tengah mewabah secara global, di Vietnam dan Kamboja penjualan daging anjing dan kucing melonjak.

Menurut kelompok kesejahteraan hewan Four PAWS, dokter telah memberi tau orang-orang bahwa kandungan alami dari anjing dan kucing dapat menangkal virus, sehingga lonjakan permintaan muncul.

Dikabarkan Mirror, investigasi telah menemukan bahwa pasar hingga restoran menawarkan hidangan anjing dan kucing untuk dapat dinikmati atau dibawa pulang melalui aplikasi pengiriman makanan.

Baca Juga: Peneliti Laboratorium Virus Wuhan Ternyata Sudah Peringatkan Pandemi Corona Setahun Lalu

Lonjakan permintaan ini muncul di tengah kekhawatiran akan virus corona yang mematikan, yang kini tengah menyebar ke seluruh dunia.

Seperti diketahui pertama kali virus menginfeksi manusia terjadi di pasar hewan liar di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019 lalu.

Seorang dokter hewan dari Four Paws, Kathrine Polak mengatakan bahwa praktik tersebut sangat mengejutkan, mengkonsumsi daging anjing dan kucing justru disebut membawa risiko penyebaran penyakit baru.

Baca Juga: BERITA BAIK, Jumlah Kasus Kematian COVID-19 Indonesia Kembali Alami Penurunan Hari Ini

"Kondisi tidak sehat terkait dengan perdagangan daging kucing dan anjing, ditambah dengan risiko kontaminasi memiliki begitu banyak spesies hewan yang berbeda dikurung dan dibunuh satu sama lain, menghadirkan tempat berkembang biak yang sempurna untuk penyakit baru dan mematikan, seperti COVID-19," ujar Kathrine dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Mirror


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X