Usai Lockdown 76 Hari, Penjualan Makanan dan Jasa Transportasi di Wuhan Naik Tajam

- 11 April 2020, 20:13 WIB
PETUGAS keamanan membuka blokade jalan di Kota Wuhan setelah status lockdown dicabut per 8 April 2020.*
PETUGAS keamanan membuka blokade jalan di Kota Wuhan setelah status lockdown dicabut per 8 April 2020.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Usai aturan lockdown (isolasi wilayah) Wuhan, Tiongkok di cabut, nilai transaksi penjualan makanan siap saji dan jasa transportasi umum melonjak tajam.

Isolasi wilayah di Ibu Kota Provinsi Huibei, Tiongkok itu dicabut mulai Rabu 8 April 2020 setelah selama 76 hari diberlakukan.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19 Meluas, Kepala Desa Blederan Wonosobo Bentuk Langkah Strategis

Portal teknologi TechWeb, Sabtu 11 April 2020, melaporkan transaksi penjualan makanan siap saji dan jasa transportasi masing-masing mengalami peningkatan 349 persen dan 1.502 persen.

Demikian halnya dengan transaksi pembayaran daring via Wechat Pay meningkat 162 persen selama periode 25 Maret-3 April 2020 dibandingkan dengan periode 25 Februari-5 Maret 2020.

Baca Juga: Muncul Akun Erick Thohir for President di Media Sosial, Ini Jawaban Sang Menteri BUMN

Perputaran ekonomi dunia malam di kota yang ditutup total selama 76 hari sejak 23 Januari sebagai upaya untuk mempersempit penyebaran COVID-19 itu juga turut bergeliat.

Tingkat konsumsi kuliner malam pada 3 April atau masa-masa persiapan pencabutan status lockdown naik hingga 198 persen. Demikian halnya dengan penjualan makanan pagi pada periode tersebut juga mengalami puncaknya dibandingkan dengan 27 Maret.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Ketegangan pada Mata akibat Menatap Layar Terlalu Lama saat Bekerja

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X