Dibanding Klorokuin, Dokter di Wuhan Pilih Obat HIV dan SARS untuk Atasi Covid-19

- 11 April 2020, 08:35 WIB
ILUSTRASI obat-obatan.*
ILUSTRASI obat-obatan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Para dokter yang bekerja merawat pasien Covid-19 di rumah sakit utama di Wuhan, Tiongkok mengatakan bahwa mereka telah menggunakan obat HIV Kaletra sejak Januari lalu, dan percaya obat ini membantu kesembuhan para pasien. Walaupun penelitian sebelumnya mengatakan obat tersebut tidak efektif.

Dilansir Reuters, Jumat, 10 April 2020, Zhang Dingyu, Direktur Rumah Sakit Jinyintan di Wuhan, mengungkapkan bahwa tim dokter telah meresepkan Kaletra versi lopinavir/ritonavir yang diproduksi oleh AbbVie, dan obat kedua yaitu bismuth potassium citrate.

Baca Juga: Si Kujang Lembang Berharap Pandemi COVID-19 Secepatnya Berakhir

“Kami percaya, obat tersebut bermanfaat bagi para pasien Covid-19,” ujar Zhang kepada wartawan pada Kamis, 9 April 2020.

Ia mengatakan bahwa dokter di Jinyintan telah mulai meresepkan obat untuk para pasien sejak 6 Januari. Ini menjadi salah satu rumah sakit pertama yang mulai mengobati infeksi setelah Covid-19 muncul di Wuhan pada bulan Desember lalu.

Baca Juga: Gubernur Jabar Harap MUI Pusat Pertimbangkan Fatwa Haram Mudik

Pada puncak epidemi di kota itu, Jinyintan merawat hampir 500 pasien Covid-19, kata Zhang. "Saat ini kami masih memiliki 123 pasien yang diamati," tambahnya.

Hasil penelitian terkait pasien kritis Covid-19 di Jinyintan yang diterbitkan bulan lalu di New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa Kaletra, yang juga dikenal sebagai Aluvia, tidak efektif sebagai pengobatan potensial.

Baca Juga: Polda Jabar Belum Bisa Pastikan Pemberlakuan Jam Malam

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X