Jumat, 29 Mei 2020

Studi: Tingkat Kematian COVID-19 Lebih Tinggi di Tempat yang Terkena Polusi Udara

- 9 April 2020, 11:15 WIB
POLUSI udara dari pembakaran industri.* /AFP

PIKIRAN RAKYAT - Dalam sebuah studi di Harvard University, Amerika Serikat ditemukan bahwa polusi udara dikaitkan dengan tingkat kematian akibat virus corona.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Daily Mail, partikel kecil di udara yang disebut PM2.5, diketahui menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang yang diproduksi oleh pembuangan gas industri, mobil dan pembakaran bahan bakar fosil.

Para peneliti menemukan bahwa bahkan peningkatan kecil dalam konsentrasi PM2.5 terkait dengan kemungkinan kematian yang secara signifikan lebih tinggi setelah tertular virus corona.

Baca Juga: Diwarnai Isu Jadi Orang Ketiga, Intip Perjalanan Cinta Pangeran Charles dan Camilla

"Kami menemukan bahwa peningkatan hanya 1μg / m3 dalam (partikel udara) PM2.5 dikaitkan dengan peningkatan 15 persen dalam tingkat kematian Covid-19," tulis tim dalam studi di Harvard University.

Data polusi udara dari sekitar 3.000 wilayah Amerika Serikat yang dikumpulkan oleh para peneliti dan dibandingkan dengan statistik kasus kematian akibat virus corona.

Para peneliti kemudian menyesuaikan angka-angka untuk faktor-faktor yang dapat mengubah temuan mereka, seperti tingkat kemiskinan, merokok, obesitas, jumlah tes dan tempat tidur rumah sakit yang tersedia.

Baca Juga: Unggah Suasana Persemayaman Jenazah Glenn Fredly, Arie Kriting: Sampe Bakudapa Lae 

Analisis peneliti mengungkapkan paparan jangka panjang partikel udara PM2.5 secara signifikan meningkatkan kemungkinan kematian akibat virus corona.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X