Kamis, 28 Mei 2020

Menyebar juga di Negara Garis Khatulistiwa, Tak Ada Kepastian COVID-19 Mati di Musim Panas

- 7 April 2020, 20:28 WIB
ILUSTRASI COVID-19 //pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Para ilmuwan percaya jika virus bisa menunjukkan reaksi tertentu disaat musim panas.

Penyakit seperti flu juga cenderung mereda saat musim dingin berakhir.

Lantas apakah sinar matahari bisa menekan angka penyebaran COVID-19?

Baca Juga: Lebih Lama dari Uang Kertas dan Tisu, Virus Corona Mampu Bertahan di Masker hingga 7 Hari

Dilansir The Guardian, Senin 6 April 2020, terdapat banyak studi mengenai virus sejenis COVID-19 lainnya, seperti flu di iInggris yang terjadi akibat adanya perubahan musim.

Flu ini biasa terjadi selama musim dingin dan menghilang di musim semi.

Baca Juga: Seorang Pria Asal Sidoarjo Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Tidurnya

Adapun sebuah studi kunci mengenai virus sejenis COVID-19, diterbitkan minggu lalu oleh para ilmuwan di College University London.

Mereka mencoba menganalisis sampel yang telah dikumpulkan beberapa tahun lalu.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X