Kamis, 28 Mei 2020

PM Jepang Shinzo Abe Nyatakan Status Darurat hingga 6 Mei, Tokyo dan 6 Prefektur Ditutup

- 7 April 2020, 17:14 WIB
PERDANA Menteri Jepang Shinzo Abe.* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada hari Selasa, 7 April 2020 menyatakan status darurat untuk negaranya akibat pandemi virus corona ini.

Abe mengumumkan status darurat tersebut dan menargetkan Tokyo serta 6 prefektur lainnya yaitu, Chiba, Kanagawa, Saitama, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka untuk 'dikunci'.

"Kami telah memutuskan untuk menyatakan status darurat karena kami telah menilai bahwa penyebaran cepat virus corona secara nasional akan memiliki dampak besar pada kehidupan dan ekonomi," katanya dikutip Pikiran-Rakyat dari situs Japan Today.

Baca Juga: Warga Sempat Panik Bahkan Ingin Mengungsi, Keluarga Terkait COVID-19 Justru Dibantu

Diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, pemerintah Jepang berencana untuk menyelesaikan paket stimulus besar-besaran senilai 108 triliun yen atau sekira Rp 16,5 kuadriliun yang di mana merupakan 20 persen dari output ekonomi, untuk meredam dampak pandemi pada perekonomian.

Sebelumnya, Jepang telah terhindar dari wabah besar ini, tetapi muncul kasus terinfeksi baru-baru ini di Tokyo, Osaka, dan daerah-daerah lainnya. 

Hal tersebut menyebabkan peningkatan permintaan agar Abe mengumumkan keadaan darurat. 

Baca Juga: Sebagian dari Gaji ASN, Lumajang Bagikan 23 Ton Beras untuk Warga Terdampak COVID-19

Infeksi virus corona di Tokyo meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 1.200 dalam sepekan terakhir, dengan lebih dari 80 infeksi baru dilaporkan pada Selasa, yang merupakan jumlah tertinggi di negara tersebut.

Halaman:

Editor: Mitha Paradilla Rayadi

Sumber: Japan Today


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X