Rabu, 3 Juni 2020

Setelah Kanada dan Jerman, Kini Bantuan Masker COVID-19 untuk Kuba Diembargo AS

- 4 April 2020, 13:33 WIB
Ilustrasi masker.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Setelah Kanada dan Jerman yang mengonfirmasi bahwa peralatan medis pesanan mereka diblokir oleh Amerika Serikat (AS), kini giliran bantuan medis untuk Kuba yang diembargo AS.

Kuba mengecam tindakan AS tersebut sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Morning Star, bantuan medis untuk pencegahan pandemi virus corona baru (COVID-19) tersebut sebelumnya direncanakan sampai di Kuba pada Selasa, 31 Maret 2020 lalu.

Baca Juga: Melalui Video Conference, Ridwan Kamil Resmikan Gedung RSUD Pandega Pangandaran

Namun Presiden Kuba, Miguel Canel-Diaz telah mengonfirmasi bantuan medis dari Alibaba Foundation, Tiongkok diblokir oleh AS.

"Kuba mengecam fakta bahwa pasokan medis dari Alibaba Foundation untuk membantu memerangi COVID-19 belum tiba di negara karena blokade kriminal AS terhadap negara kita," ungkap Miguel kepada media setempat.

Lebih dari dua juta masker, 400.000 peralatan rapid test dan 104 ventilator telah disumbangkan oleh Alibaba Foundation milik Jack Ma untuk memerangi penyebaran pandemi di beberapa wilayah di Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Baca Juga: Manfaat Scrub Kopi untuk Kecantikan, Bisa Angkat Sel Mati hingga Kencangkan Kulit

Selain Kuba, bantuan medis tersebut ditujukan untuk 24 negara, termasuk Argentina, Brasil, Chili, Ekuador, Republik Dominika, dan Peru.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Morning Star


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X