Jumat, 5 Juni 2020

Riset AS Sebut Lockdown harus Diberlakukan selama Lebih dari 6 Minggu

- 4 April 2020, 07:45 WIB
Ilustrasi Karantina /Pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Penduduk di seluruh dunia mungkin harus menahan diri untuk bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa.

Seperti dilansir laman SCMP, Jumat 3 April 2020, hasil riset mengindikasikan bahwa perintah lockdown dan tinggal di rumah harus dilakukan selama lebih dari 6 minggu.

Para peneliti di Amerika Serikat mengatakan, waktu tersebut akan cukup untuk menghentikan penyebaran wabah COVID-19.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan minggu ini di SSRN, sebuah jurnal open-source untuk tahap penelitian awal, negara-negara yang menerapkan intervensi yang ketat bisa melihat pengurangan penularan wabah dalam 3 minggu, mengontrol penyebaran dalam 1 bulan, dan menghentikan penyebaran setelah 45 hari.

Baca Juga: Berita Baik, 20 Pasien Corona Tangerang Selatan Dinyatakan Sembuh

Yang dimaksud para peneliti sebagai intervensi yang ketat adalah lockdown, perintah untuk tinggal di rumah, tes masif, dan karantina.

Jika intervensi yang dilakukan dilonggarkan, penyebaran virus akan berlangsung lebih lama.

“Karena ketiadaan vaksin dan obat, serta perintah tes masif dan karantina yang kurang ketat, penerapan lockdown dan instruksi untuk tetap tinggal di rumah harus dilakukan selama berbulan-bulan,” tulis mereka.

Baca Juga: Rapid Test COVID-19 di Jawa Barat: 677 Positif, Temuan Kasus di 4 Institusi Kenegaraan

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X