Pertama Kali, Tiongkok Akhirnya Larang Konsumsi Anjing dan Kucing Usai Pandemi COVID-19

- 2 April 2020, 17:53 WIB
PEMERINTAH Kota Shenzhen di Tiongkok, umumkan rancangan larangan konsumsi daging anjing dan kucing guna cegah penyebaran virus corona makin meluas.* /AFP

Baca Juga: Eddie Howe Jadi Pelatih di Liga Primer Inggris Pertama yang Dipotong Gajinya

Spesialis Kebijakan Tiongkok untuk amal perlindungan hewan Human Society International, dr. Peter Li, mengatakan bahwa Shenzhen telah mengambil keputusan yang bersejarah, sebagai kota pertama di Tiongkok yang melarag konsumsi daging anjing dan kucing.

Ia juga mengungkapkan bahwa momen ini merupakan hal penting dalam upaya untuk mengakhiri perdagangan brutal dengan membunuh sekitar 10 juta anjing dan 4 juta kucing di Tiongkok tiap tahun.

"Shenzhen adalah kota terbesar kelima di China, jadi meskipun perdagangan daging anjing di sana cukup kecil dibandingkan dengan provinsi lainnya, signifikansinya yang sebenarnya adalah ia dapat menginspirasi efek domino dengan kota-kota lain yang mengikuti," ujar dr. Peter Li.

Baca Juga: Jadi Sosok Pembeda Sejak Kedatangannya di MU, Michael Carrick Puji Bruno Fernandes

Komite legislatif Tiongkok pada bulan Februari lalu juga telah mengeluarkan undang-undang baru untuk melarang semua perdahangan dan konsumsi hewan liar.

Memang saat ini masih belum dikonfirmasi dari mana virus corona muncul pertama kali, namun para ahli berspekulasi bawah itu berasal dari kelelawar, ular, trenggiling atau binatang lainnya.

Dengan adanya aturan baru ini dapat membantu menenangkan perang melawan pandemi yang saat ini masih mewabah secara global.***

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Daily Mail


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X