Cara Trump Atasi Virus Corona Dikritisi Dokter Korsel, Sebut Egonya Mengancam Kesehatan Dunia

- 29 Maret 2020, 17:39 WIB
Ilustrasi Amerika Serikat dan virus corona* /Pixabay

“Tidak cukup bagi Korea sendiri untuk bertahan hidup. Di AS, Trump berbicara tentang merawat sendiri, tetapi seluruh dunia harus merespons secara sinkron," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan kegagalan Trump untuk memberikan pengujian secara masif adalah karena 'rasa bangga' dan 'egonya' sendiri.

"Trump telah berbicara dengan acuh tak acuh tentang pengujian karena egonya, seperti yang kita para ilmuwan lihat, dia termotivasi oleh kesombongan. Para dokter di AS semua tahu bahwa tes semacam ini sesuai," ujar Min.

Baca Juga: Viral Video Pria dan Wanita Belanja di Mal Pakai APD Lengkap, Ogah Diusir dengan Alasan 'Punya Duit'

Seperti diketahui saat ini Amerika Serikat merupakan negara dengan kasus tertinggi di dunia, dengan total lebih dari 100.000 pasien positif virus corona.

Jika melihat Korea Selatan, negara tersebut telah dipuji atas strateginya menanggulangi COVID-19 dan sebagai model untuk negara lainnya.

Sejak wabah muncul pada Februari 2020 lalu, pemerintah Korea Selatan telah terfokus pada pengujian secara masif, bahkan hingga memperkenalkan stasiun pengujian drive-thru.

Baca Juga: 3 Permainan untuk Anak Berumur 8 hingga 10 Tahun agar Tetap Betah saat #DiRumahAja

Dengan fokus Korea Selatan pada pengujian masif secara tidak langsung membantu meratakan kurva dan mengendalikan penyebaran virus.

Saat ini Korea Selatan memiliki 9.583 kasus dengan 152 kematian dan sudah lebih dari 5.000 orang yang telah dinyatakan sembuh.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Business Insider


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X