Rabu, 3 Juni 2020

Denda Rp 103 Juta hingga Kurungan Penjara Menanti jika Warga Langgar Aturan Baru di Hong Kong

- 28 Maret 2020, 19:14 WIB
ORANG-orang yang memakai topeng pelindung naik eskalator di pusat perbelanjaan Times Square di distrik Causeway Bay di Hong Kong pada 6 Februari 2020.* /BLOOMBERG

PIKIRAN RAKYAT - Untuk bisa menekan jumlah pasien positif corona, pemerintah Hong Kong mengeluarkan larangan berkumpul di tempat umum yang melibatkan lebih dari empat orang.

Larangan itu juga diperkuat dengan ancaman denda bagi yang melanggar dengan nilai sebesar 50.000 dolar HK (Rp 103,2 juta) atau kurungan penjara selama enam bulan bagi pelanggarnya.

Ketentuan yang diberlakukan oleh Hong Kong itu dimulai pada Minggu 29 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan.

Baca Juga: 30.000 Orang dari Suku Pedalaman Amazon Terancam Usai Dokter yang Bertugas Positif Virus Corona

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, melalui akun resmi Facebook, Konsulat Jenderal RI memberikan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia di Hong Kong agar bisa mematuhi aturan yang berlaku dan bisa terhindar dari masalah hukum.

Namun dari larangan yang diberlakukan tersebut terdapat pengecualian yaitu di tempat kerja, transportasi umum, pengadilan, kantor pemerintahan, acara pernikahan dan pemakaman.

Di Hong Kong terdapat sekitar 170 ribu WNI yang kebanyakan kaum pekerja perempuan di sektor informal.

Baca Juga: Serius di Indonesia, MG Bakal Buka 25 Diler Hingga Akhir 2020

Pada situasi normal, para pekerja migran asal Indonesia tersebut menghabiskan waktu liburan akhir pekannya di Taman Victoria tidak jauh dari KJRI Hong Kong.

Hong Kong mencatat 561 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian empat orang dan kesembuhan 111 orang.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X