Jumat, 29 Mei 2020

30.000 Orang dari Suku Pedalaman Amazon Terancam Usai Dokter yang Bertugas Positif Virus Corona

- 28 Maret 2020, 19:05 WIB
Seorang pemimpin komunitas pribumi Brasil mengikuti protes menentang penghancuran hutan Amazon, di luar kantor pusat European Commission di Brussel, Belgia, Selasa (5/11/2019).* /REUTERS

PIKIRAN RAKYAT - Kementerian Kesehatan Brasil mengkonfirmasi bahwa dokter yang bertugas untuk suku terbesar di Amazon terbukti positif corona pada Jumat 27 Maret 2020.

Keadaan yang menimpa dokter tersebut dikhawatirkan bisa menyebar ke masyarakat adat yang sangat rentan berada di pedalaman Amazon dan bisa memberi dampak menghancurkan.

Dokter itu diketahui positif corona usai kembali dari liburan pada 18 Maret 2020 untuk bertugas melayani Tikunas, suku dengan 30.000 orang lebih yang tinggal di Amazon atas dekat perbatasan Kolombia dan Peru.

Baca Juga: Serius di Indonesia, MG Bakal Buka 25 Diler Hingga Akhir 2020

Setelah itu dokter tersebut mengalami demam dan langsung diisolasi, lalu sepekan kemudian dia dipastikan positif corona.

Seperti diberitakan Reuters yang dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, ada 8 anggota suku itu yang dia rawat pada hari pertama dia bertugas dan menjalani karantina.

Infeksi dokter tersebut merupakan kasus terkonfirmasi pertama corona yang muncul di desa adat. Kasus tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa wabah itu akan berjangkit serta bisa membunuh 850.000 penduduk asli Brasil, yang memiliki riwayat terkena penyakit mematikan yang dibawa oleh orang Eropa, dari cacar dan malaria hingga flu.

Baca Juga: Eksodus dari Luar Daerah ke Kabupaten Pangandaran Semakin Meningkat

Ahli kesehatan mengatakan cara hidup mereka di dusun komunal dengan bangunan jerami yang besar meningkatkan risiko penularan jika ada satu orang yang terkena virus corona. Isolasi sosial sulit dilakukan oleh suku-suku.

Kementerian menyebutkan dokter tersebut tidak memiliki gejala ketika kembali bertugas dengan menggunakan masker dan sarung tangan, namun ia langsung mengarantina dirinya begitu mengalami demam.

Kolumnis situs berita G1, Matheus Leitao, melaporkan bahwa dokter tersebut merupakan warga Brazil dan mungkin terpapar virus saat berlibur di Brazil selatan atau ketika naik perahu menuju Amazon ke tempat tugasnya di Santo Antonio do Ica.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X