Minggu, 29 Maret 2020

514 Orang Meninggal di Spanyol dalam Sehari, Dokter dan Suster Kewalahan

- 25 Maret 2020, 19:24 WIB
Pemerintah menyampaikan update penambahan kasus virus corona COVID-19 di Indonesia per 22 Maret 2020. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Para dokter di Spanyol mengeluhkan kurangnya alat pelindung dasar (APD) setelah kematian akibat Covid-19 di Negeri Matador mencapai 514 orang dalam satu hari.

Jumlah petugas layanan kesehatan Spanyol berjumlah lebih dari 13% dari 39.673 kasus corona di negara tersebut.

Dilansir The Guardian, Kamis 25 Maret 2020, Spanyol merupakan negara kedua yang penduduknya paling banyak terjangkit kedua di Eropa setelah Italia. Spanyol juga telah menerapkan lockdown sejak 14 Maret, tetapi masih berjuang untuk memperlambat penyebaran virus yang sejauh ini telah merenggut 2.696 jiwa.

Baca Juga: Italia Masih Dilanda Wabah Virus Corona, Pemain Inter Milan Berikan Tips untuk Tetap Aman

Wilayah Madrid telah mencatat 12.352 kasus, hampir sepertiga dari total nasional, dan 1.535 kasus kematian.

loading...

Terbatasnya jumlah rumah sakit, rumah duka, dan krematorium di ibu kota, gelanggang es di kota tersebut pun telah dijadikan kamar mayat sementara. Begitu juga gedung konferensi Ifema di Madrid telah diubah menjadi rumah sakit lapangan dengan kapasitas untuk 5.500 tempat tidur.

Ketika jumlah petugas kesehatan yang terinfeksi meningkat, beberapa profesional kesehatan mengatakan, mereka masih kekurangan APD yang diperlukan untuk membuat diri mereka tetap aman.

Baca Juga: Banyak Warga yang Pulang Kampung Termasuk dari Jakarta, Pemkab Tasikmalaya Jadi Sorotan

Pada Selasa pagi, pemerintah mengkonfirmasi bahwa 5.400 petugas kesehatan telah terinfeksi Covid-19. Hampir 650.000 alat uji cepat didistribusikan untuk staf medis garis depan dan juga untuk penduduk rumah dan daerah yang paling terkena dampak.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X