Minggu, 29 Maret 2020

Trump Menentang Anjuran Sejumlah Ahli Kesehatan, Keukeuh Ingin Cabut Lockdown AS Lebih Cepat

- 25 Maret 2020, 18:49 WIB
DI tengah pandemi virus corona, Presiden AS Donald Trump berbuat 'ulah' dengan menyuap perusahaan farmasi Jerman untuk membuat vaksin eksklusif bagi AS.* /instagram/@realdonaldtrump

PIKIRAN RAKYAT - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Selasa waktu setempat atau Rabu WIB, mengumumkan bahwa ia berencana untuk mengakhiri langkah "social distancing" pada hari Paskah (12 April 2020) mendatang. Tujuannya, kata Trump, untuk menghindari keterpurukan ekonomi yang berkepanjangan.

Dalam wawancaranya dengan Fox News, seperti dilansir laman SCMP, Kamis, Trump mengatakan bahwa keuntungan besar yang didapatkan pasar saham Amerika Serikat pada Selasa 24 Maret 2020 mencerminkan pernyataannya.

“fakta bahwa kita harus membuka kembali negara luar biasa ini. Saya akan sangat senang untuk mengakhiri kebijakan lockdown pada hari Paskah mendatang,” katanya.

Baca Juga: Ibunda Jokowi Meninggal Dunia, Presiden Sudah Tiba di Solo

Masih kata Trump, akan ada banyak orang yang meninggal jika bisnis tidak segera dibuka kembali.

loading...

“Negara kita harus kembali bekerja atau nantinya akan sangat sulit untuk memulai kembali,” ujar Trump.

Selama dua hari ke belakang, Trump sangat vokal dalam menyuarakan pendapatnya mengenai keharusan untuk mengakhiri perintah untuk tetap tinggal di rumah, yang diberlakukan pada hampir satu per tiga warga Amerika Serikat demi  memperlambat penyebaran wabah ini.

Baca Juga: Tinggal di Bekasi, Satu Pasien Dalam Pengawasan Covid-19 Meninggal di Indramayu

Sudah banyak negara bagian Amerika Serikat yang memperketat aturan untuk tetap tinggal di rumah, seperti Pennsylvania, Ohio, New York, California, Illinois, Connecticut, dan New Jersey.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X