Di Balik Pandemi Corona yang Menakutkan, Tingkat Polusi Udara di Empat Negara Menurun Drastis

- 25 Maret 2020, 18:30 WIB
POTRET polusi di langit Tiongkok yang berkurang drastis.* /NASA Earth Observatory

PIKIRAN RAKYAT - Sejak corona dinyatakan sebagai pandemi, banyak aktivitas industri yang dihentikan untuk sementara waktu demi mengurangi penularan antar manusia. Badan Antariksa Eropa mengatakan bahwa tingkat polusi di dunia pun menurun sejak adanya tindakan tersebut.

Dilihat dari satelit Sentinel-5P ESA, kadar nitrogen dioksida (NO2) di daerah industri di Asia serta Eropa selama enam minggu terakhir jauh lebih rendah daripada tahun lalu.

Dilansir dari The Guardian pada awal pekan ini, Paul Monks, profesor polusi udara di Universitas Leicester, memperkirakan akan ada pelajaran berharga dalam hal ini.

Baca Juga: Ibunda Presiden Wafat di Usia 77 Tahun, Jubir Istana: Mohon Doanya Semoga Almarhumah Husnul Khotimah

"Secara tidak sadar, kita sudah melakukan emisi industri yang berdampak pada dunia," katanya.

WHO menggambarkan NO2 sebagai sebuah gas beracun yang menyebabkan peradangan parah pada saluran udara. Partikel-partikel pada polusi juga dapat menjadi vektor bagi patogen yang akan memperburuk masalah kesehatan yang ada. WHO sekarang sedang menyelidiki apakah partikel polusi udara merupakan vektor yang menyebarkan Covid-19 dan membuatnya lebih ganas atau tidak.

Menurun Signifikan

Salah satu penurunan terbesar dalam tingkat polusi dapat dilihat di kota Wuhan, di Tiongkok tengah, yang sudah di lockdown sejak akhir Januari.

Baca Juga: Sepekan Bekerja dan Belajar dari Rumah, Trafik Data Jawa Barat Meningkat Dekati 10 Persen

Kota berpenduduk 11 juta ini berfungsi sebagai pusat transportasi utama dan merupakan rumah bagi ratusan pabrik yang memasok suku cadang mobil dan bahan lainnya ke pasar dunia. Menurut NASA, kadar nitrogen dioksida di seluruh Tiongkok timur dan tengah lebih10-30% dari biasanya.

Selain Tiongkok, Korea Selatan juga mengalami penurunan kadar CO2. Negara ini sudah lama terpapar emisi tinggi dari armada besar pembangkit listrik tenaga batu bara dan wilayah industri yang dekat dengan Tiongkok. Menariknya, negara ini tidak menerapkan lockdown tetapi mereka lebih teliti melacak dan mengisolasi orang-orang yang diduga terinfeksi coronavirus.

Perubahan tingkat polusi juga terjadi di Italia utara. Sejak negara itu menerapkan lockdown sejak 9 Maret, level NO2 di Milan dan Italia utara telah menurun sebanyak 40%.

Baca Juga: Merasa Terganggu dengan Kumis Tipis? Lakukan 3 Cara Berikut untuk Menghilangkannya dengan Lembut

"Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Vincent-Henri Peuch, direktur Copernicus Atmosphere Service.

Peuch menambahkan bahwa saat ini satelit mulai mengambil gambar di daerah Eropa lainnya yang menerapkan lockdown. Namun, hal ini masih perlu dipelajari lebih lanjut untuk mengkonfirmasi sebuah pola tertentu.

Sementara di Inggris, pemantau jalanan setmpat menunjukkan bahwa tingkat polusi berkurang secara signifikan di titik-titik pusat polusi seperti Marylebone di London.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X